
Padadasarnya, sungguh sulit bagi saya untuk mencari dan mengengemukakan sisi negative dari rangkaian pemikiran guru besar komunisme dunia: Karl Heinrich Marx. Hal ini terjadi karena saya sedikit memiliki kecenderungan untuk menyetujui ide – idenya. Paparannya tentang pertentang yang ahirnya melahirkan kritik tajam terhadap kapitalisme yang begitu hegemonik pada masa itu, merupakan konsekuensi langsung terjadinya revolusi industry. Atau, mengenai eksistensinya yang taksekedar dalam dimensi ide belaka namun sampai tahapan mampu (berusaha) memaanifetasikannya kedalam suatu tindakan nyata. Dengan ini, marx mengajarkan bahwa segala sesuatu memang harus dimulai dari dimensi kenyataan.
Sepanjang yang sayaketahui, sisi negative dari rangkaian pemikiran marx adalah:
1. Materialis Total.
Ide – ide materialistic yang ditawarkan marx, dari yang paling fundamental hingga pada tahapan – tahapan aplikatif cenderung menegasikan adanya kebutuhan penting lain di luar kebutuhan – kebutuhan jasmani. Singkat kata, marx mengajarkan bahwa “manusia bisa hidup hanya dengan sepotong roti”. Walaupun betul, kebutuhan akan makan adalah kebutuhan primer yang paling mendasar, namun dalam lingkup yang lebih luas, marx seakan mengatakan bahwa manusia tidak butuh kepuasan spiritual. Baginya, itu hanya fiktif dan candu yang menipu dan akan secara otomatis terpenuhi jika kebutuhan akan materi teripenuhi.
Hal ini negative karena dalam kenyataannya, arti penting dari kehidupan manusia akan diukur dari seberapa tinggi kesadaran sosiospiritualnya. Dan marx adalah salah satu yang tertinggi kesadarannya, juga bahwa marx mereduksi seluruh kegiatan manusia menjadi suatu yang sama dengan gerak benda semata – mata adalah salah.
2. Ide peniadaan strata kelas.
Menurut marx, sudah merupakan fitrah manusia untuk selalu dikuasai hasrat memiliki semua yang bersifat kebendaan dan hanya berkeinginan untuk mengejar hasile konomi. Dengan sifat dasar itulah manusia akan melakukan apapun termasuk di dalamnya menindas sesamanya.
Bagi marx, penindasan terjadi karena adanya kesenjangan kemampuan antara yang menindas dengan yang ditindas. Sepanjang sejarah hidup manusia, hikayat tentang penindasan akan terus menerus terjadi selama masih ada kesenjangan kemampuan antar manusia. Untukitu, marx yang bertekad untuk meniadakan penindasan manusia oleh manusia beranggapan bahwa hal konkrit yang harus dilakukan nya adalah meniadakan kesenjangan kemampuan. Yang berkuasa adalah Negara dan setiap warga Negara adalah sama di mata Negara baik hak, maupun kewajibannya.
Bagi saya, idenya untuk meniadakan strata kelas – kelas sosial agar tiada lagi penindasan akan menjadi boomerang tersendiri dengan efek hancur yang luar biasa bagi peradaban manusia. Hal ini dikarenakan bahwa bagaimanapun manusia memiliki kecenderungan untuk berkembangj ika (secara sadar ataupun tidak) ia merasa terancam kehidupannya dan merasa perlu untuk mempertahankan hidupnya. Dengan meniadakan kelas – kelas sosial, semua umat manusia berkedudukan sama, ruang kontestasi dalamkehidupan akan menyempit, bahkan menguap begitus aja. Kalau sudah seperti ini, kahidupan manusia akan terasa kering tak beda dengan kehidupan sekelompok ayam pedaging di dalam peternakan. Semua ini akan menghambat perkembangan peradaban manusia dan akan berakibat fatal pada eksistensi peradabannya.
Sebetulnya, dalam hati kecil saya, saya mengiyakan ide – ide marx tentang komunisme dan memandangnya sebagai lika – liku peradaban. Semua ide – idenya adalah cerminan kepribadian yang peduli akan nasib orang – orang tertindas. Filsafatnya adalah filsafat seorang agung yang termasuk paling mengeti arti kehidupan manusia. Pernyataan pergerakannya adalahpernyataan yang merupakan respon dari penindasan – penindasan dan kesemena – menaan yang ia rasakan sedang menyelimuti segala sendi kehidupan masyarakatnya. Jikapun disini saya katakana negative, bukan maksud saya menyebutnya negative sebetulnya, hanya karena pemahaman subjektif saya kurang sependapat dengannya. Ia berdiri tegak membela yang terkalahkan, karena Tuhanpun tak pernah berpihak pada yang kalah.[bali]