Categories

Kamis, 29 September 2011

Belanda, Oh Belanda

Mendengar kata Belanda, mungkin yang akan segera tervisualisasi dalam bayangan kawan-kawan adalah kesebelasan De Oranje yang sedang berpose sebelum pertandingan internasionalnya, atau mungkin hamparan taman tulip yang tertata rapi dan indah menyerupa surga bagi para pecinta bunga, atau..., kincir-kincir angin besar gagah dan eksotis? Tepat sekali jika memang hal-hal tersebut yang pertama kali muncul dalam benak kawan-kawan. Hal-hal tersebut memanglah trade mark utama Negeri Bawah Laut ini. Namun, tak adil rasanya jika kawan-kawan memandang Belanda hanya sebatas itu. Pesona Belanda, jauh lebih indah dan eksotis dari yang kawan-kawan bayangin lho! Ga percaya???, mari kita lihat, cekodot!
-          Negeri Kincir, Bukti Kegigihan Bangsa Belanda

Mendapat julukan Negeri Kincir Angin, tentunya karena memang di belanda-lah dulunya pusat pemanfaatan kincir angin untuk berbagai macam keperluan. Jika kita melihat foto-foto iklan pariwisata kerajaan bernama resmi Netherland ini pun tak jarang gambar kincir anginlah yang dipajang. Hal tersebut dikarenakan karena memang membicarakan Belanda, harus membicarakan monument hidup yang satu ini: kincir angin. Kenyataan ini menggambarkan betapa dekatnya negeri ini dengan kincir angin.
Sulu, sebelum medin uap ditemukan James Watt di Inggris, semua pekerjaan yang membutuhkan tenaga besar di Belanda dikerjakan menggunakan kincir angin. Selain untuk keperluan industry dan penggilingan bahan makanan, kincir angin juga digunakan bangsa belanda untuk berperang melawan musuh terberatnya sepanjang masa: air. Seperti yang kita ketahui bahwa hampir 20% daratan belanda berada di bawah garis permukaan laut. Hal ini menyebabkan bangsa belanda harus berperang melawan air sejak masa awal berdirinya kerajaan ini. Kincir angin sebagai inovasi teknik mutakhir dalam rangka menjalani peperangan ini menunjukan betapa kokohnya kegigihan bangsa Belanda, dan tentu saja belum sempat diwarisi bangsa kita.
Si belanda, setiap satu buah kincir angin mewakili hidup 200 jiwa penduduknya. Maka bisa dibayangkan berapa umlah kincir angin di belanda jika penduduknya ada 2 juta jiwa saja. Namun itu jumlah dua abad yang lalu, jauh sebelum revolusi industry. Saat ini, jumlah keseluruhan kincir angin di Belanda hanya tersisa 100 buah, itupun karena sudah dilestarikan keberadaannya oleh pemerintah kerajaan sebagai cagar budaya. Keseratus buah kincir angin di belanda itu hampir seluruhnya terdekat di dua kawasan wisata belanda, Kinderdijk dan Zaansche Schans. Di kedua kota tersebut anda bisa menyaksikan Si Nyonya Tua Standaardmolen (Post Mill), Si Trendy Wipmolen (Hollow Post Mill), Si Gagah Kloeke Poldermolen (Polder Mill), Si Jangkung Stellingmolen (Tower Mill with a Stage), dan tentu saja Si Produser Paltrokmolen (Industies Post Mill).
-          Kampung Halaman Bunga

Normal jika anda mengasosiasikan Belanda dengan Bunga. Bagaimana tidak? Belanda terkenal dengan banyak dan beragamnya spesies salah satu bunga terindah di dunia: tulip. Tak tanggung-tanggung, bahkan taman bunga terindah versi majalah Vogue adalah taman bunga Keukonhof di Belanda. Taman bunga yang tertata dengan sempurna itu mengisahkan betapa kehidupan bangsa Belanda sangat dekat dengan bunga.
Di belanda, bunga tak hanya ada untuk ditanam, tetapi bahkan bisa mendatangkan kekayaan tak terkira.  Di belanda, bisnis bunga mencapai omzet empat milyar euro atau sekitar 54,3 trilyun rupiah pertahun. Bahkan lenih banyak dari jumlah biaya kampanye elit politik negeri kita yang menggunung. Walaupun sebetulnya tulip sendiri berasal dari kawasan Persia, namun layaklah kiranya Belanda disebut Kampung Halaman Bunga, karena Bunga menemukan rumahnya disana.
-          Dam dan Kanal: Dunia Bawah Air

Telah kita ketahui bersama bahwa setengah dari seluruh daratan Belanda berada tak lebih dari satu meter dari permukaan laut, bahkan 20% dari wilayahnya kini berada dibawah permukaan laut. Kenyataan geografis yang begitu ekstrem ini tak menjadikan bangsa Belanda tunduk pasrah pada keadaan. Bahkan sejak sebelum masa aufklarung, bangsa belanda telah berinovasi menghadapi tantangan alam. Mental solutif inilah kamdian yang menjadikan kekurangan ini menjadi kelebihan. Selain tercatat sebagai bangsa paling pakar di dunia mengenai urusan jembatan dan bendungan, mental ini juga melahirkan sunia baru yang keindahannya tak dapat dibantah siapapun: Negeri Bawah Laut.
Membayangkan betapa syahdunga menyusuri Amsterdam, Rotterdam, atau Leiden lewat jalur air kanal-kanalnya merupakan motivasi tersendiri mengapa banyak warga dunia mengunjungi Belanda. Expedisi kanal di belanda bahkan bisa lebih seru dari kakaknya di Itali, Venesia. Bagaimana tidak? Dengan kenyataan geografis sedemikian rupa, belanda memiliki potensi transportasi air yang luar biasa. Netherlad Canals Expedition adalah kegiatan yang akan membuatmu serasa berada di atlantis!.
-          De Oranje, Juara Tanpa Piala

Tercatat tiga kali Tim Nasional kerajaan Belanda sampai ke laga puncak FIFA World Cup, Piala Dunia namun ketiganya tak cukup untuk memboyong piala paling prestisius di kancah sepak bola dunia itu ke tanah oranje. Di tahun 1984 De Oranje yang dimotori Johan Cyruf harus mengakui keunggulan tuan rumah Jerman di final, berikutnya, De Oranje harus tuduk dipecundangi Argentina di final 1988, terahir di final 2010 De Oranje yang yang digalang Arjen Roben, Van Persie, Van Nistlerooy, Van Der Sar, Clarence Seedorf, Van Der Vaart, dan Giovani Van Bronchost dipaksa mengaku kalah di depan Spanyol dan merelakan piala tersebut diboyong ke Madrid.
Namun begitu, gaya sepakbola Belanda sangat khas. Turun-temurun KNVB belanda berhasil mempertahankan label legendarisnya sebagai Mazhab Belanda, Total Football. Maka, jabatan juara tanpa piala adalah layak disandang Belanda sampai piala dunia berikutnya mereka bisa memboyong piala tersebut ke Den Haag.
-          Negeri Sejuta Festival

Orang belanda paling tahu bagaimana menikmati hidup. Seisi penjuru negerinya mencerminkan kesetiakawanan social dalam toleransi, kesederhanaan dalam keindahan dan profesionalisme dalam kebahagiaan. Hal itu terbada dari tata kota yang begitu rapi dibangun dengan teknologi arsitektur terbaik di dunia dan dibalut dalam dekapan salah satu tradisi seni terluhur dunia.
Selain itu, orang belanda juga menuangkan keluhuran budayanya dalam berbagai macam festival berkelas dunia yang diadakan di belanda. Di belanda, setiap kota memiliki beberapa festival unggulannga. Sebut saja International Film Festifal Rotterdam, Realism Art Fair, Amsterdam International fashion Week, Grachten Fest, Holland Fest, ParkPop dan ratusan yang lain. Jadi, kapanpun kamu berkunjung ke belanda jangan takut ga kebagian jatah festival deeh.
-          Kota Mesin Waktu

Selain terkenal dengan Dam, Kanal, Kincir dan bunganya, belanda juga dikenal dengan Negeri Museum. Bagaimana tidak, di belanda setiap kota memiliki museum densiri-sendiri. Mulai dari museum seni terkenal seperti Museum Van Gogh, hingga salah satu museum terbesar dunia Amsterdam Rijswijk Museum berdiri kokoh di Belanda. Bahkan sebagian besar koleksi benda-benda sejarah negeri kita juga tersimpan rapi di museum-museum Belanda lho!. Makanya, jika ada yang bilang di museum sejarah dihidupkan kembali, maka saya akan bilang Belanda adalah Kota Mesin Waktu.
-          Sepotong Wajah Indonesia
Yaaah…, seperti yang kita tahu, hubungan negeri yang satu ini dengan negeri kita memang sangat-sangat erat. Sejarah kedua Negara tak dapat saling terpisah sampai kapanpun. Selama tiga setengah abad kedua negeri ini terjalin dalam hubungan formal pendudukan yang tiga abad sebelumnya telah terjalin hubungan perdagangan. Dengan catatan sejarah sebegitu luarbiasanya, maka tak berlebihan kiranya jika kita akan melihat Sepotong Wajah Indonesia dari belanda. Salah satu bukti terkuatnya adalah bahwa hingga saat ini, festival Pasar Malam Besar sebagai ajang etalase hasil-hasil kebudayaan Indonesia masih terselenggara dengan begitu meriah.

Jika suatu saat kawan berkesempatan kesana, tolong bawakan tulip terindah dari sana yak!.[bali]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar