Categories

Kamis, 29 September 2011

(lanjutin) Kuliah ke Belanda Yuk!!!

Negeri Kincir Angin
Belanda??? Kenapa harus belanda? Bukannya kita punya dendam kesumat yang belum terbalaskan sama mereka? Bayangin, tiga setengah abad!!
Hubungan bilateral Indonesia dengan belanda memang memiliki sejarah kelam. Terlepas bagaimana jadinya negeri ini jika tak pernah dijajah belanda, pendudukan belanda atas tanah nusantara selama tiga setengah abad tentunya meninggalkan luka yang tak begitu saja dapat sembuh, apalagi di hati mereka yang memahami penderitaan pendahulunya selama meringkuk di bawah kaki Belanda. Namun, untuk menyimpan dendam berkepanjangan hingga saat ini, bukankah itu sia-sia saja bahkan malah menghambat perkembangan negeri kita?? Tentunya masih kuat dalam ingatan kita bahwa banyak dari bapak bangsa kita yang merupakan jebolan pendidikan belanda. Dendam??? Mending kelaut aje!
Seperti yang kita ketahui bahwa Negara-negara eropa adalah kitab peradaban dunia saat ini. Berbagai penemuan-penemuan penting yang mengubah dunia terjadi disana. Revolusi Industri sebagai titik tolak perubahan dunia dibidang ilmu pengetahuan dan Revolusi Peranscis sebagai titik tolak perubahan struktur social politik kemasyarakatan pun terjadi di daratan eropa. Bahkan hingga saat inipun, eropa tetap menjadi kiblat dunia.
Selain keperkasaan jerman, romantika itali, perancis yang seksi, eropa juga memiliki belanda sebagai salah satu Negara mapan. Disamping keadaan alam seperti salju, kanal, dam, tulip dan kincir angin, belanda juga mapan dalam hal ilmu pengetahuan dan teknoligi. Sungguh ideal dijadikan tujuan studi. Yah memang, selain keindahan alam, kemegahan bangunan dan kerapian tata kota khas eropa yang selalu unik, megah dan modern dalam satu waktu yang tentu saja sangat menarik untuk disaksikan, masyarakat belanda, seperti umumnya masyarakat eropa di Negara lainnya, sangat dekat kehidupannya dengan seni. Hal inilah yang kemudian menjadikan setiap hal tentang eropa selalu terkesan indah. Semuanya harus dengan sentuhan seni.
Gimana sih Rasanya???
Yang pasti, bakal seru dang a rugi seumur-umur deh! Untuk meyakinkan kamu, mari kita simak  alasan-alasan mengapa jadi nikmat studi di belanda itu lengkap dengan pengakuan-pengakuan saksi hidupnya.
1.      Rata-rata orang belanda jago berbahasa inggris.
Bahasa inggris memang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat belanda. Hamper delapan puluh persen rakyat belanda menggunakannya disamping bahasa nasional mereka: bahasa belanda. Hal ini menjadi kemudahan yang tak dapat dinikmati pelajar mancanegara di negeri eropa lain seperti perancis, itali, ataupun jerman. “Sebagian besar orang Belanda bisa berbahasa Inggris, sehingga tidak terlalu sulit berkomunikasi, termasuk ketika kuliah,” ujar Arya ardiansyah, mahasiswa TU Eindhoven.
2.      Banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di belanda.

The International Court of Justice
Menurut catatan Nuffic, ada sekitar 1500 mahasiswa Indonesia yang kuliah di belanda. Merupakan keasyikan tersendiri tentunya bisa berinteraksi, bersendagurau dan bercanda ria dengan kawan senasib dan sebangsa di negeri orang. Berbagi cerita adalah hal yang begitu mengasyikkan.
3.      Kualitas universitas, perkuliahan dan system pendidikan yang jempolan.
Di belanda, setiap universitas memiliki standard pelayanan dunia. Fasilitas lengkap berbasis teknologi terbaru, sumber daya manusia yang memadai, dan fasilitas penunjang yang sangat mendukung. Selain itu, system pendidikan di belanda menjunjung tinggi sikap ilmiah, egaliter dan sangat menekankan pada kapasitas ilmiah dengan konsentrasi pada pengembangannya.
Budaya akademis yang dibangun adalah budaya diskusi yang tak melulu terpaku pada teks buku. Para dosen di sana terbuka untuk diskusi, melek teknologi, menghargai perbedaan pendapat. Mereka juga melakukan risetyang sejalan dengan kuliah, sehingga ilmu-ilmunya benar-benar up to date, bahkan kadang-kadang punya tools sendiri, mereka juga dibantu fasilitator-fasilitator yang memang pakar dibidangnya. “Dosen lebih berdedikasi. Mengajarnya jelas. Mata kuliah dikupas sampe sebiji-bijinya. Kalau kita ada komplain ke dosen, misalnya dia absen tanpa keterangan atau mengajar kurang jelas, bisa dilaporin ke universitas,” ujar Irene Panuju, mahasiswa tahun kedua jurusan ICT, Fontys University of Applied Sciences, Eindhoven.

4.      Fasilitas penunjang yang lebih dari sekedar lengkap.
Si belanda, mahasiswa adalah manusia dengan strata social special. Mahasiswa mendapatkan berbagai macam fasilitas khusus. Mulai dari keanggotaan puluhan perpustakaan dengan koleksi super lengkap dan aktual, fasilitas unlimited internet access gratis dengan kesempatan fantastis, hingga jatah nge-print gratis! Itu semua belum terhitung fasilitas asuransi dan jaminan kesehatan, betapa tak menyenangkannya belajar di tenpat semacam ini?
5.      Masyarakat belanda yang dengan seribu kelebihannya.
Jika ada yang mengatakan bahwa indonesiamewarisi watak administrasinya yang super-duper ribet dari belanda, memang betul adanya. Namun jika dikatakan bahwa Indonesia juga mewarisi Jam Karet-nya dari belanda, itu jelas hanyalah tuduhan tak berdasar. Budaya ngaretnya Indonesia ternyata bukan dating dari belanda. Orang belanda terkenal dengan budaya On Time yang tiada duanya di dunia, serta budaya tertib dan rapi. Lalu lintas Indonesia akan tampak sangat bar-bar jika anda melihatnya setelah merasakan keteraturan lalu lintas di belanda mulai dari pengendara mobil motor, sepeda, hingga para pejalan kakinya.
Untuk itu, apalagi yang kau tunggu? Mari ukir prestasi detinggi mungkin dan sampai ketemu di Netherland!. (^_~)[bali]
Sumber: majalah Jong Indonesia & Novel Negeri van Oranje

Tidak ada komentar:

Posting Komentar