Categories

Rabu, 13 Agustus 2014

Di Sekitar Matematika


Sejak manusia mengenal matematika, dunia mereka tak pernah lagi sama. Dari masa ke masa aktivitasnya sama: mencari pola segala sesuatu, lalu memproyeksikan konsekuensi-konsekuensinya. Kemampuan menangkap pola membuat manusia mampu memahami cara kerja lingkungan hidupnya, kemampuan memproyeksikan konsekuensi lanjutan dari pola yang dipahami membuat manusia mampu mengantisipasi bahkan memanipulasi lingkungannya. Seiring dengan semakin banyaknya informasi yang dikumpulkan dan dikomunikasikan dalam komunitas, manusia mulai membangun peradaban di muka bumi. Cara pikir matematis seperti ini adalah kemampuan nalar dasar manusia. Tentu saja, kemampuan ini hadir jauh sebelum istilah “matematika” diciptakan.
Kerja-kerja matematika ternyata banyak memudahkan hidup manusia. setelah manusia mampu membedakan satu hal dari hal lainnya, dengan matematika mereka kini mulai bisa menghitung berapa jumlahnya, berapa nilainya dan apa saja jenisnya. Matematika juga membuat manusia memahami bahwa bentuk paling tak beraturan sekalipun tersusun oleh bangun-bangun dasar yang sama: persegi, segi tiga dan lingkaran dengan berbagai varian dan kombinasinya. Juga, manusia memahami ada perubahan-perubahan yang terus terjadi mengikuti pola-pola tertentu seperti pola perubahan musim mengikuti pola gerak semu matahari atau bagaimana pola pasang-surut air mengikuti pola perubahan bulan dan sebagainya dan sebagainya. Manusia mulai menyederhanakan dunia dalam konsep, pola dan rumus.