Categories

Jumat, 23 Desember 2011

Subsidi BBM: penyakit mematikan peradaban!


Indonesia dan subsidi BBM-nya.
Indonesia. Negeri ini dibangun di atas puing-puing memori traumatic kolonialisme. Tiga ratus tahun hidup di bawah kaki kekuasaan ekstra-represif pemerintahan kolonial, membuat keterikatan arus bawah semakin solid. Dan lahirlah rasa kesenasib-sepenanggungan antar masyarakat arus bawah kekuasaan itu menjadi satu kesatuan rasa yang kemudian bertransformasi menjadi keinginan bersama menuju merdeka. Kesatuan rasa ini berkembang dan menyelesaikan metamorfosisnya menjadi sebuah bangsa. Untuk menjamin kepentingan bangsa yang dibangun di atas fondasi solidaritas ini, para penggeraknya kemudian memprakarsai dibentuknya sebuah payung pelindung yang bertugas memenuhi kepentingan masyarakat berbangsa tersebut. Payung itulah Negara. Negara yang berkedaulatan rakyat, berorientasi pada kemakmuran bangsa dengan menjunjung tinggi perdamaian. Negara, kekuatan politik untuk menjamin kemerdekaan setiap warga bangsanya dan berkontribusi bagi perdamaian dunia, Negara Indonesia.

Kamis, 22 Desember 2011

Surat dari Anakmu.



Aku seorang pecinta wanita. Mungkin, maksud hatiku menggambarkan perasaanku kepada wanita dengan kata “cinta” tak sama dengan pemaknaan “cinta” pada umumnya. Namun, seperti kata Levinas, terkadang, bahasa tak mampu menampung makna yang coba dikomunikasikan manusia. Tak apalah, hanya kata itu yang paling tepat mewakili rasaku pada mahluk indah itu: wanita, aku cinta!.

Jumat, 16 Desember 2011

ISLAM, MASYARAKAT SIPIL DAN EKONOMI PASAR



Tulisan ini adalah sebuah resume dari buku yang diterbitkan Friederich Naumann Stifftung Indonesia dengan judul yang sama dengan tulisan ini. buku ini sendiri merupakan perwujudan dari kegelisahan kaum yang peduli akan isu – isu islam, demokrasi, liberalitas kehidupan sosial-ekonomi masyarakat sipil serta hubungan – hubungan yang terjadi antara kesemuanya itu (mencakup pertentangan dan relefansinya).
Buku itu sendiri adalah buku yang ditulis oleh kalangan liberal yang gelisah merasakan seakan – akan islam dan demokrasi hidup dalam dimensi yang berbeda yang antara keduanya tidak ada hubungan saling mempengaruhi. Hal ini terlihat pada kurun awal abad 19 hingga menjelang masuk abad 20. Masa itu, demokrasi menjadi begitu massive. Satu persatu pemerintah sosialis di dunia mulai berjatuhan di tangan revolusi, hingga puncaknya adalah keruntuhan Negara komunis super power Uni Soviet. Kemenangan demokrasi di dunia menyebabkan arus persebarannya segera mendunia. Gelombang persebaran ini memeluk hamper seluruh bagian dunia, kecuali satu kawasan di asia, yaitu kawasan timur tengah. Seperti gelombang – gelombang demokrasi sebelumnya, gelombang ini pun rupanya tak cukup kuat untuk mampu menjadikan kawasan timur tengah sebagai pemeluk demokrasi.