Categories

Kamis, 29 September 2011

Lemak di Dunia Kita (baca: Remaja Kolot, piss…^_^)


Mendengar kata lemak, hal pertama yang muncul di benak sebagian besar orang adalah seorang gemuk yang obesitas. Bahkan, jika yang mendengar adalah seorang gadis ababil (ABG labil) yang gak laku-laku alias ngejomblo karena ga ada yang mau (hehehe…, katanya seh belon ada yang cocok), doi pasti langsung teriak: “lemak??? AAAAWW TIDAK!!!”. Begitulah kira-kira ekspresi awal sang ababil. Dalam dunia mereka, dan dunia kebanyakan kita tentunya, lemak memang menjelma menjadi momok menakutkan bahkan jauh lebih menakutkan dari jerawat. Wajar memang, karena bagi manusia seusia kita, problem bagaimana menarik perhatian lawan jenis adalah hal yang sangat fundamental. Namun, apakah itu layak untuk terus dilakukan???, mari kita lihat jawabannya di uraian berikutnya.

Belanda, Oh Belanda

Mendengar kata Belanda, mungkin yang akan segera tervisualisasi dalam bayangan kawan-kawan adalah kesebelasan De Oranje yang sedang berpose sebelum pertandingan internasionalnya, atau mungkin hamparan taman tulip yang tertata rapi dan indah menyerupa surga bagi para pecinta bunga, atau..., kincir-kincir angin besar gagah dan eksotis? Tepat sekali jika memang hal-hal tersebut yang pertama kali muncul dalam benak kawan-kawan. Hal-hal tersebut memanglah trade mark utama Negeri Bawah Laut ini. Namun, tak adil rasanya jika kawan-kawan memandang Belanda hanya sebatas itu. Pesona Belanda, jauh lebih indah dan eksotis dari yang kawan-kawan bayangin lho! Ga percaya???, mari kita lihat, cekodot!
-          Negeri Kincir, Bukti Kegigihan Bangsa Belanda

Mendapat julukan Negeri Kincir Angin, tentunya karena memang di belanda-lah dulunya pusat pemanfaatan kincir angin untuk berbagai macam keperluan. Jika kita melihat foto-foto iklan pariwisata kerajaan bernama resmi Netherland ini pun tak jarang gambar kincir anginlah yang dipajang. Hal tersebut dikarenakan karena memang membicarakan Belanda, harus membicarakan monument hidup yang satu ini: kincir angin. Kenyataan ini menggambarkan betapa dekatnya negeri ini dengan kincir angin.
Sulu, sebelum medin uap ditemukan James Watt di Inggris, semua pekerjaan yang membutuhkan tenaga besar di Belanda dikerjakan menggunakan kincir angin. Selain untuk keperluan industry dan penggilingan bahan makanan, kincir angin juga digunakan bangsa belanda untuk berperang melawan musuh terberatnya sepanjang masa: air. Seperti yang kita ketahui bahwa hampir 20% daratan belanda berada di bawah garis permukaan laut. Hal ini menyebabkan bangsa belanda harus berperang melawan air sejak masa awal berdirinya kerajaan ini. Kincir angin sebagai inovasi teknik mutakhir dalam rangka menjalani peperangan ini menunjukan betapa kokohnya kegigihan bangsa Belanda, dan tentu saja belum sempat diwarisi bangsa kita.
Si belanda, setiap satu buah kincir angin mewakili hidup 200 jiwa penduduknya. Maka bisa dibayangkan berapa umlah kincir angin di belanda jika penduduknya ada 2 juta jiwa saja. Namun itu jumlah dua abad yang lalu, jauh sebelum revolusi industry. Saat ini, jumlah keseluruhan kincir angin di Belanda hanya tersisa 100 buah, itupun karena sudah dilestarikan keberadaannya oleh pemerintah kerajaan sebagai cagar budaya. Keseratus buah kincir angin di belanda itu hampir seluruhnya terdekat di dua kawasan wisata belanda, Kinderdijk dan Zaansche Schans. Di kedua kota tersebut anda bisa menyaksikan Si Nyonya Tua Standaardmolen (Post Mill), Si Trendy Wipmolen (Hollow Post Mill), Si Gagah Kloeke Poldermolen (Polder Mill), Si Jangkung Stellingmolen (Tower Mill with a Stage), dan tentu saja Si Produser Paltrokmolen (Industies Post Mill).
-          Kampung Halaman Bunga

Normal jika anda mengasosiasikan Belanda dengan Bunga. Bagaimana tidak? Belanda terkenal dengan banyak dan beragamnya spesies salah satu bunga terindah di dunia: tulip. Tak tanggung-tanggung, bahkan taman bunga terindah versi majalah Vogue adalah taman bunga Keukonhof di Belanda. Taman bunga yang tertata dengan sempurna itu mengisahkan betapa kehidupan bangsa Belanda sangat dekat dengan bunga.
Di belanda, bunga tak hanya ada untuk ditanam, tetapi bahkan bisa mendatangkan kekayaan tak terkira.  Di belanda, bisnis bunga mencapai omzet empat milyar euro atau sekitar 54,3 trilyun rupiah pertahun. Bahkan lenih banyak dari jumlah biaya kampanye elit politik negeri kita yang menggunung. Walaupun sebetulnya tulip sendiri berasal dari kawasan Persia, namun layaklah kiranya Belanda disebut Kampung Halaman Bunga, karena Bunga menemukan rumahnya disana.
-          Dam dan Kanal: Dunia Bawah Air

Telah kita ketahui bersama bahwa setengah dari seluruh daratan Belanda berada tak lebih dari satu meter dari permukaan laut, bahkan 20% dari wilayahnya kini berada dibawah permukaan laut. Kenyataan geografis yang begitu ekstrem ini tak menjadikan bangsa Belanda tunduk pasrah pada keadaan. Bahkan sejak sebelum masa aufklarung, bangsa belanda telah berinovasi menghadapi tantangan alam. Mental solutif inilah kamdian yang menjadikan kekurangan ini menjadi kelebihan. Selain tercatat sebagai bangsa paling pakar di dunia mengenai urusan jembatan dan bendungan, mental ini juga melahirkan sunia baru yang keindahannya tak dapat dibantah siapapun: Negeri Bawah Laut.
Membayangkan betapa syahdunga menyusuri Amsterdam, Rotterdam, atau Leiden lewat jalur air kanal-kanalnya merupakan motivasi tersendiri mengapa banyak warga dunia mengunjungi Belanda. Expedisi kanal di belanda bahkan bisa lebih seru dari kakaknya di Itali, Venesia. Bagaimana tidak? Dengan kenyataan geografis sedemikian rupa, belanda memiliki potensi transportasi air yang luar biasa. Netherlad Canals Expedition adalah kegiatan yang akan membuatmu serasa berada di atlantis!.
-          De Oranje, Juara Tanpa Piala

Tercatat tiga kali Tim Nasional kerajaan Belanda sampai ke laga puncak FIFA World Cup, Piala Dunia namun ketiganya tak cukup untuk memboyong piala paling prestisius di kancah sepak bola dunia itu ke tanah oranje. Di tahun 1984 De Oranje yang dimotori Johan Cyruf harus mengakui keunggulan tuan rumah Jerman di final, berikutnya, De Oranje harus tuduk dipecundangi Argentina di final 1988, terahir di final 2010 De Oranje yang yang digalang Arjen Roben, Van Persie, Van Nistlerooy, Van Der Sar, Clarence Seedorf, Van Der Vaart, dan Giovani Van Bronchost dipaksa mengaku kalah di depan Spanyol dan merelakan piala tersebut diboyong ke Madrid.
Namun begitu, gaya sepakbola Belanda sangat khas. Turun-temurun KNVB belanda berhasil mempertahankan label legendarisnya sebagai Mazhab Belanda, Total Football. Maka, jabatan juara tanpa piala adalah layak disandang Belanda sampai piala dunia berikutnya mereka bisa memboyong piala tersebut ke Den Haag.
-          Negeri Sejuta Festival

Orang belanda paling tahu bagaimana menikmati hidup. Seisi penjuru negerinya mencerminkan kesetiakawanan social dalam toleransi, kesederhanaan dalam keindahan dan profesionalisme dalam kebahagiaan. Hal itu terbada dari tata kota yang begitu rapi dibangun dengan teknologi arsitektur terbaik di dunia dan dibalut dalam dekapan salah satu tradisi seni terluhur dunia.
Selain itu, orang belanda juga menuangkan keluhuran budayanya dalam berbagai macam festival berkelas dunia yang diadakan di belanda. Di belanda, setiap kota memiliki beberapa festival unggulannga. Sebut saja International Film Festifal Rotterdam, Realism Art Fair, Amsterdam International fashion Week, Grachten Fest, Holland Fest, ParkPop dan ratusan yang lain. Jadi, kapanpun kamu berkunjung ke belanda jangan takut ga kebagian jatah festival deeh.
-          Kota Mesin Waktu

Selain terkenal dengan Dam, Kanal, Kincir dan bunganya, belanda juga dikenal dengan Negeri Museum. Bagaimana tidak, di belanda setiap kota memiliki museum densiri-sendiri. Mulai dari museum seni terkenal seperti Museum Van Gogh, hingga salah satu museum terbesar dunia Amsterdam Rijswijk Museum berdiri kokoh di Belanda. Bahkan sebagian besar koleksi benda-benda sejarah negeri kita juga tersimpan rapi di museum-museum Belanda lho!. Makanya, jika ada yang bilang di museum sejarah dihidupkan kembali, maka saya akan bilang Belanda adalah Kota Mesin Waktu.
-          Sepotong Wajah Indonesia
Yaaah…, seperti yang kita tahu, hubungan negeri yang satu ini dengan negeri kita memang sangat-sangat erat. Sejarah kedua Negara tak dapat saling terpisah sampai kapanpun. Selama tiga setengah abad kedua negeri ini terjalin dalam hubungan formal pendudukan yang tiga abad sebelumnya telah terjalin hubungan perdagangan. Dengan catatan sejarah sebegitu luarbiasanya, maka tak berlebihan kiranya jika kita akan melihat Sepotong Wajah Indonesia dari belanda. Salah satu bukti terkuatnya adalah bahwa hingga saat ini, festival Pasar Malam Besar sebagai ajang etalase hasil-hasil kebudayaan Indonesia masih terselenggara dengan begitu meriah.

Jika suatu saat kawan berkesempatan kesana, tolong bawakan tulip terindah dari sana yak!.[bali]

(lanjutin) Kuliah ke Belanda Yuk!!!

Negeri Kincir Angin
Belanda??? Kenapa harus belanda? Bukannya kita punya dendam kesumat yang belum terbalaskan sama mereka? Bayangin, tiga setengah abad!!
Hubungan bilateral Indonesia dengan belanda memang memiliki sejarah kelam. Terlepas bagaimana jadinya negeri ini jika tak pernah dijajah belanda, pendudukan belanda atas tanah nusantara selama tiga setengah abad tentunya meninggalkan luka yang tak begitu saja dapat sembuh, apalagi di hati mereka yang memahami penderitaan pendahulunya selama meringkuk di bawah kaki Belanda. Namun, untuk menyimpan dendam berkepanjangan hingga saat ini, bukankah itu sia-sia saja bahkan malah menghambat perkembangan negeri kita?? Tentunya masih kuat dalam ingatan kita bahwa banyak dari bapak bangsa kita yang merupakan jebolan pendidikan belanda. Dendam??? Mending kelaut aje!
Seperti yang kita ketahui bahwa Negara-negara eropa adalah kitab peradaban dunia saat ini. Berbagai penemuan-penemuan penting yang mengubah dunia terjadi disana. Revolusi Industri sebagai titik tolak perubahan dunia dibidang ilmu pengetahuan dan Revolusi Peranscis sebagai titik tolak perubahan struktur social politik kemasyarakatan pun terjadi di daratan eropa. Bahkan hingga saat inipun, eropa tetap menjadi kiblat dunia.
Selain keperkasaan jerman, romantika itali, perancis yang seksi, eropa juga memiliki belanda sebagai salah satu Negara mapan. Disamping keadaan alam seperti salju, kanal, dam, tulip dan kincir angin, belanda juga mapan dalam hal ilmu pengetahuan dan teknoligi. Sungguh ideal dijadikan tujuan studi. Yah memang, selain keindahan alam, kemegahan bangunan dan kerapian tata kota khas eropa yang selalu unik, megah dan modern dalam satu waktu yang tentu saja sangat menarik untuk disaksikan, masyarakat belanda, seperti umumnya masyarakat eropa di Negara lainnya, sangat dekat kehidupannya dengan seni. Hal inilah yang kemudian menjadikan setiap hal tentang eropa selalu terkesan indah. Semuanya harus dengan sentuhan seni.
Gimana sih Rasanya???
Yang pasti, bakal seru dang a rugi seumur-umur deh! Untuk meyakinkan kamu, mari kita simak  alasan-alasan mengapa jadi nikmat studi di belanda itu lengkap dengan pengakuan-pengakuan saksi hidupnya.
1.      Rata-rata orang belanda jago berbahasa inggris.
Bahasa inggris memang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat belanda. Hamper delapan puluh persen rakyat belanda menggunakannya disamping bahasa nasional mereka: bahasa belanda. Hal ini menjadi kemudahan yang tak dapat dinikmati pelajar mancanegara di negeri eropa lain seperti perancis, itali, ataupun jerman. “Sebagian besar orang Belanda bisa berbahasa Inggris, sehingga tidak terlalu sulit berkomunikasi, termasuk ketika kuliah,” ujar Arya ardiansyah, mahasiswa TU Eindhoven.
2.      Banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di belanda.

The International Court of Justice
Menurut catatan Nuffic, ada sekitar 1500 mahasiswa Indonesia yang kuliah di belanda. Merupakan keasyikan tersendiri tentunya bisa berinteraksi, bersendagurau dan bercanda ria dengan kawan senasib dan sebangsa di negeri orang. Berbagi cerita adalah hal yang begitu mengasyikkan.
3.      Kualitas universitas, perkuliahan dan system pendidikan yang jempolan.
Di belanda, setiap universitas memiliki standard pelayanan dunia. Fasilitas lengkap berbasis teknologi terbaru, sumber daya manusia yang memadai, dan fasilitas penunjang yang sangat mendukung. Selain itu, system pendidikan di belanda menjunjung tinggi sikap ilmiah, egaliter dan sangat menekankan pada kapasitas ilmiah dengan konsentrasi pada pengembangannya.
Budaya akademis yang dibangun adalah budaya diskusi yang tak melulu terpaku pada teks buku. Para dosen di sana terbuka untuk diskusi, melek teknologi, menghargai perbedaan pendapat. Mereka juga melakukan risetyang sejalan dengan kuliah, sehingga ilmu-ilmunya benar-benar up to date, bahkan kadang-kadang punya tools sendiri, mereka juga dibantu fasilitator-fasilitator yang memang pakar dibidangnya. “Dosen lebih berdedikasi. Mengajarnya jelas. Mata kuliah dikupas sampe sebiji-bijinya. Kalau kita ada komplain ke dosen, misalnya dia absen tanpa keterangan atau mengajar kurang jelas, bisa dilaporin ke universitas,” ujar Irene Panuju, mahasiswa tahun kedua jurusan ICT, Fontys University of Applied Sciences, Eindhoven.

4.      Fasilitas penunjang yang lebih dari sekedar lengkap.
Si belanda, mahasiswa adalah manusia dengan strata social special. Mahasiswa mendapatkan berbagai macam fasilitas khusus. Mulai dari keanggotaan puluhan perpustakaan dengan koleksi super lengkap dan aktual, fasilitas unlimited internet access gratis dengan kesempatan fantastis, hingga jatah nge-print gratis! Itu semua belum terhitung fasilitas asuransi dan jaminan kesehatan, betapa tak menyenangkannya belajar di tenpat semacam ini?
5.      Masyarakat belanda yang dengan seribu kelebihannya.
Jika ada yang mengatakan bahwa indonesiamewarisi watak administrasinya yang super-duper ribet dari belanda, memang betul adanya. Namun jika dikatakan bahwa Indonesia juga mewarisi Jam Karet-nya dari belanda, itu jelas hanyalah tuduhan tak berdasar. Budaya ngaretnya Indonesia ternyata bukan dating dari belanda. Orang belanda terkenal dengan budaya On Time yang tiada duanya di dunia, serta budaya tertib dan rapi. Lalu lintas Indonesia akan tampak sangat bar-bar jika anda melihatnya setelah merasakan keteraturan lalu lintas di belanda mulai dari pengendara mobil motor, sepeda, hingga para pejalan kakinya.
Untuk itu, apalagi yang kau tunggu? Mari ukir prestasi detinggi mungkin dan sampai ketemu di Netherland!. (^_~)[bali]
Sumber: majalah Jong Indonesia & Novel Negeri van Oranje

Memaknai Hidup Sebagai Muslim

Oleh: Najib Yusuf (Warga asrama, Mahasiswa Bimbingan & Konseling UHAMKA)
Sebagai seorang muslim, maka jelaslah bagi kita bahwa tuntunan hidup kita adalah Al-Qur’an dan Assunah. Dalam hidupnya, seorang muslim menempatkan kedua panutan ini sebagai Manual Book yang memandu hidupnya. Pandangan hidupnya selalu didasari oleh Al-Qur’an dan Assunah.
Bagi seorang muslim, allah SWT menciptakan manusia bukan sekedar keisengan belaka. Dia menciptakan manusia dengan misi utama yang menggelayut di punggungnya. Seperti pada firman Allah berikut ini:

Muhammad dan Istri-istrinya.


Dilemma memandang fakta sejarah.
Kita adalah umat muslim. Penganut ajaran tauhid yang dibawa seorang anak manusia dari dataran Arab sebagai rahmatan lil alamin. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Sang Pembawa berita, Nabi Kita, adalah seorang Arab dari suku Quraisy bernama Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. Sebagai seorang nabi lengkap dengan kualitas-kualitas kenabiannya, sudah tentu segala polah tingkah lakunya menjadi panutan bagi umatnya. Segala perkataan, ketetapan dan perbuatannya ditempatkan sebagai penerjemahan ajaran islam yang dibawanya kedalam dimensi manusia (hadits).
Selama riwayat hidupnya, Muhammad memang mengajarkan kebajikan hidup yang tak satupun orang mampu menandinginya. Selain sebagai tokoh spiritual yang sangat dalam pengaruhnya, beliau juga seorang tokoh politik yang sangat dominan, seorang ahli strategi taktik, panglima perang terkemuka dan tentu saja propagandis paling sukses sepanjang sejarah dunia. Tak heran jika kemudian Michael Hart menempatkan beliau di posisi pertama sebagai manusia paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia, meninggalkan Sir Isaac Newton di posisi kedua dan Isa Al-Masih di posisi ketiga.
Sebagai seorang Nabi, Muhammad begitu sempurna di mata pengikutnya. Ucapannya adalah hukum Tuhan, akhlaknya adalah tuntunan, ketetapannya merupakan jalan keselamatan. Begitulah islam berkembang hingga di zaman global sekarang ini. Muhammad tetap tak tergantikan.
Dalam rangka mengikuti tuntunan Muhammad di zaman modern ini, terjadi perbedaan pendapat dalam memahami pesan-pesan dari tuntunan sang nabi. Sebagian menelan bulat-bulat secara tekstual dan berpendapat bahwa ajaran islam yang dibawanya sudah komprehensif dan lengkap denyentuh segala bidang kehidupan, sementara sebagian yang lain memahaminya dengan klaim bahwa kalaupun Muhammad hisup di zaman sekarang, tentunya, banyak hal yang akan berubah dari hadits-haditsnya, karena semua itu adalah penerjemahan pesan-pesan ilahiah ke dalam kerangka sosio-antropologis penerjemahnya saja. Namun, biarkanlah perdebatan itu diambil porsinya oleh mereka yang masih memperdebatkan, yang akan dikemukakan disini adalah hal yang lain lagi.
Salah satu problematika dalam meniti tuntunan Muhammad, yang hingga saat ini masih menuai kontroversi dan kerap dijadikan titik tembak mereka yang tidak suka dengan ajaran Muhammad adalah fakta bahwa Muhammad memiliki banyak istri, bahkan sangat banyak!.
Hal ini tentu telak bagi kita. Satu sisi kita mengimani secara penuh bahwa Muhammad adalah Rasulullah, manusia terpilih yang suci, sang juru selamat, penebar syafa’at di hari kiamat, namun di sisi lain timbul keraguan dalam diri kita, seorang yang suci mengoleksi Sembilan orang istri dalam satu waktu?? Bukankah itu sebuah arogansi yang sangat berlebihan? Terlampau lepas menuruti nafsu? Menurunkan derajat perempuan? Ataukah ada apa gerangan dibalik itu semua?
Kata Mereka Para Orientalis
Melihat fakta diata, kaum orientalis mengeluarkan argument yang akan menggoyahkan ketetapan siapapun yang beragama dengan ilmu, namun belum cukup ilmu yang dimilikinya.
“Lihat! Muhammad sudah berubah. Tadinya, ketika ia masih di Mekkah sebagai pengajar yang hidup sederhana, yang dapat menahan diri dan mengajarkan tauhid, sangat menjauhi nafsu hidup duniawi, sekarang sudah menjadi orang yang diburu syahwat, air liurnya mengalir bila melihat perempuan. Tidak cukup tiga orang istri saja di rumah, bahkan ia kawin lagi dengan tiga orang perempuan, sesudah itu mengawini tiga orang perempuan lagi, selain Roichanah. Tidak cukup kawin dengan perempuan-perempuan yang sudah tidak bersuami, maka ia jatuh cinta kepada Zainab binti Zahsy yang masih terikat sebagai istri Zaid bin Haritsah, bekas budaknya. Soalnya taklain karena ia pernah singgah di rumah Zaid ketika ia sedang tak ada di tempat itu, lalu ia disambut oleh Zainab. Ketika itu ia sedang mengenakan pakaian yang memperlihatkan kecantikannya, dan kecantikan ini sangat mempengaruhi hatinya. Waktu itu ia berkata “Mahasuci Ia yang telah membolak-balikkan hati manusia!”. Kata-kata ini diulanginya lagi ketika ia meninggalkan tempat itu. Zainab mendengar kata-kata itu dan ia melihat api cinta bersinar dalam matanya.
Zainab merasa bangga terhadap sirinya dan apa yang didengarnya itu diberitahukannya kepada Zaid. Langsung waktu itu juga Zaid menemui Nabi dan mengatakan bahwaia bersedia menceraikannya. Tetapi Nabi menasihatinya: “Jaga baik-baik istrimu, jangan diceraikan. Hendaklah kamu ikut kepada Allah”
Tetapi pergaulan Zainab dengan Zaid sudah tidak baik lagi. Kemudian ia dicerai. Muhammad menahan diri untuk tidak segera mengawininya sekalipun hatinya gelisah. Ketika itu Allah berfirman:
Ingatlah, ketika kau katakana kepada orang yang telah diberi karunia oleh Allah, dan kau memberi  kenikmatan kepadanya: “Pertahankianlah istrimu dan bertaqwalah engkau kepada Allah.” Engkau merahasiakan dsalam hatimu apa yang oleh Allah hendak dinyatakan; engkau takut kepada manusia padahal Allah lebih berhak kau takuti. Maka setelah Zaid mengakhiri (perkawinannya) dengan dia, dengan segala keharusannya, Kami kawinkan engkau dengan dia, supaya jangan ada kesukaran bagi orang mukmin mengawini istri-istri anak angkatnya, bila dengan segala keharusannya sudah memutuskan hubungan (perkawinan) dengan mereka; dan ketentuan Allah harus terlaksana” (QS.33:37)
Setelah itulah perempuan itu dikawininya. Dengan perkawinan ini semarak cinta berahi dan api asmaranya yang menyala-nyala dapat dipadamkan. Nabi apa itu?! Bagaimana ia membenarkan hal itu buat dirinya sedang buat oranglain tidak?! Bagaimana ia tak tunduk kepada undang-undang yang katanya diturunkan Tuhan kepadanya?! Bagaimana pula “harem” ini diciptakan, yang mengingatkan orang pada raja-raja yang hidup bermewah-mewah, bukan pada para nabi yang saleh dan memperbaiki kehidupan ummat?! Selanjutnya, bagaimana pula ia menyerahkan pada kekuasaan cinta dalam hubungannya dengan Zainab sehingga ia menghubungi Zaid bekas busaknya supaya menderaikannya, kemudian ia tampil mengawininya! Hal semacam ini pada zaman jahiliyah pun dilarang, tetapi Nabinya orang islam ini membolehkan, karena mau meuruti kehendak nafsunya, mau memenuhi dorongan cintanya”


Mari kita cermati pernyataan kaum orientalis di atas. Pernyataan tersebut tentunya akan menggoyahkan mereka yang beragama dengan ilmu dan kesadaran. Tak dapat dipungkiri bahwa dalam pernyataan itu, seakan-akan wahyu hanyalah rekayasa Muhammad sebagai pembenaran dari perlakuannya dalam mengumbar nafsu saja, lalu menutup lemungkina orang lain bisa mengikutinya.
Kenyataanya dan Mengapa Demikian.
Dalam menanggapi hal tersebut, argumentasi yang cukup cerdas dikeluarkan oleh tokoh muslim dari Mesir, Muhammad Husain Haikal. Beliau nerpendapat bahwa:
Mereka para orientalis memang menuliskan sejarah Nabi dari sumber-sumber primer yang valid, tetapi mereka menggambarkannya dengan mengumbar khayal, membangun istana fantasi dalam khayal mereka tentang Muhammad dan hubungannya dengan perempuan. Beberapa hal yang harus diketahui dalam memahami dialektika ini adalah bahwa
1.      Setelah wahyu mengenai pembatasan jumlah istri turun, maka Istri muhammadpun tak bertambah. Artinya, sebelum wahyu tersebut turun, belum ada aturan mengenai jumlah istri yang diperbolehkan.
2.      Sampai usia lima puluh tahun, Muhammad hanya beristrikan Khadijah.
Muhammad menikiah dengan Khadijah dalam usia dua puluh tiga tahun, usia muda remaja, dengan perawakan yang indah, paras muka yang tanpen, gagah dan tegap. Sebagai manusia yang hidup di lingkungan budaya arab, Muhammad sebetulnya memiliki hak penuh untuk berpoligami. Selain karena budaya poligami yang sangat umum di masyarakat arab saat itu, juga karena hingga umu lima puluh tahun Khadijah tak mampu mengarunia seorangpun anak laki-laki yang hidup. Hal ini sudah lebih dari cukup untuk membuat ia sangat dianjurkan untuk berpoligami dalam kerangka budaya arab. Namun, apa yang beliau lakukan kemudia?, dengan segala alasan yang meberikannya hak penuh untuk berpoligami, Muhammad tetap keukeuh hidup berdua dengan Khadijah yang notabene belasan tahun lebih tua dari beliau. Apakah mungkin sesudah mencapai umur lima puluh tahun, yang satu-persatu kenikmatan dicabut dari dirinya, beliau berubah mendadak sontak 180o menjadi seorang penggila sex?? Apalagi, itu dilakukan hanya dalam waktu tujuh tahun?? Tak mungkin kiranya tujuannya melulu soal sex.
3.      Fakta menarik tentang istri-istri Rasul.
Ada beberapa fakta unik mengenai rasul dan istri-istrinya, diantaranya adalah:
-          Muhammad hanya memiliki keturunan dari Khadijah sebelum umurnya mencapai lima puluh tahun dan hanya berketurunan dari Maria di usia enam puluh tahun. Padahal, banyak istrinya yang jauh lebih menarik secara gairah birahi.
-          Tak ada satuppun sumber yang menyebutkan bahwa Saudah binti Zam’ah adalah seorang cantik atau berharta, atau menjanjikan kepuasan seksual dalam perkawinannya. Beliau adalah seorang seorang terpinggirkan yang setia dalam perjuangannya mengikuti perintah Rasul dan merupakan janda miskin seorang sahabat Nabi yang setia Sakran bin Amr.
-          Aisyah dan Hafsah dinikahi Muhammad karena untuk mengikatkan dalam hubungan darah dengan ayah mereka, sebagaimana ia mengikatkan hubungan yang sama terhadap Ali dan Usman dengan menikahkan Anaknya dengan keduanya. Bahkan umar pun bersaksi bahwa jika bukan karena beliau, maka mustahil Nabi mau menikahinya, apalagi mengingat usia keduanya yang masih terlalu belia sedangkan usianya sudah berkepala lima.
-          Pernikahannya dengan Saudah, Zainab binti Khuzaimah dan um Salamah mengandung misi perlindungan terhadap kaum dhuafa dan jaminan bahwa ketika seorang muislim gugur di medan perang, maka istri dan anak-anaknya tak akan terlantar begitu saja. Ketiganya adalah janda jihad, dan ketiganya berjuangan dengan banyak anak dalam kerangkeng kemiskinan.
4.      Misi dibalik dinikahinya Zainab binti Zahsy.
Menikahnya Rasul dengan Zainab binti Zahsy tak lepas dari hubungan beliau dengan Zaid bin Haritsah, anak angkatnya sendiri. Perlu diketahui sebelumnya bahwa Zaid adalah mantan budak keluarga Bani hasyim yang Zainab adalah salah satunya. Zainab sempat menolak ketika Nabi melamarnya untuk Zaid. Selain karena Zaid yang tak kerasan lagi hidup berrumahtangga dengan seorang mantan majikannya dan ahirnya menceraikannya, Muhammad menikahi Zainab juga untuk menghancurkan budaya masyarakat arab yang mengatakan bahwa istri dari seorang anak angkat, maka sama hukumnya seperti terhadap anak kandung. Disinilah kemudian menjadi pembuktian keyakinan Muhammad bahwa untuk memastikan perintah Allah (QS.33:37) bisa berjalan, maka ia jadikan dirinya sendiri sebagai tumbal pendobrak.
Fakta mengenai lima puluh tahun kehidupan nabi Muhammad hanya beristrikan Khadijah mengajarkan kepada kita dengan tegas bahwa kecuali dalam keadaan luar biasa, beristrilah satu saja. [bali]

Inti Hidup: Perspektif Fisika Partikel





Man arafa nafsahu, fa arafa rabbahu “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya”. (Anonymous).
Mungkin dari ungkapan seorang bijak dari daratan arab inilah kemudian  para ilmuan modern bertolak mempelajari  alam semesta. Para ilmuan eropa klasik ahirnya berhipotesa bahwa untuk memahami  jagat raya ini, haruslah dimulai dari memahami partikel penyusunnya, sifat-sifat dari partikel tersebut dan bagaimana pola interaksi antar partikel. Pencapaian gemilang pertama dari hipotesa ini adalah ditemukannya mikriskop olek seorang ilmuan belanda, Anthony van Leuenhoek. Hal ini memudahkan laju penelitian selanjutnya.
Perkembangan hipotesa ini kemudian menyatakan bahwa molekul adalah partikel penyusun  terkecil dari alam raya dan hipotesa ini bertahan lama. Selama beberapa decade umat mausia percaya bahwa molekul adalah partikel terkecil yang tak dapat dibagi lagi hingga  pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan bahwa ternyata molekul  tersusun atas partikel-partikel unsur yang kemudian disebut atom, maka bergantilah pandangan dunia menyatakan bahwa partikel penyusun terkecil adalah atom dan tak ada yang lebih kecil.
Namun perkembangan selanjutnya menyatakan tak demikian, seorang ilmuan inggris Joseph John Thompson menyatakan bahwa di dalam sebuah atom, terdapat elektron-elektron.  Hal ini berimplikasi langsung pada cara dunia memandang fisika mikroskopik. Kini, klaim – klaim tentang partikel terkecil  diras sudah terlalu using untuk diperdebatkan, agenda kedepan menjadi bagaimana kita memahami partikel terkecil.
Setelah Ernest Rotterfor menyatakan bahwa selain memiliki electron, atom juga memiliki inti dalam tubuhnya, lalu Nielsbohr menyatakan bahwa  atom itu serupa galaksi mini, electron-elektron berputar mengelilingi inti atom sebagaimana planet berevolusi mengelilingi matahari, sekarang, dunia fisika partikel  sedang sibuk-sibuknya mengkaji tentang Quark dan Lepton.
Seorang fisikawan Amerika, Dr. Murray Gell-Mann menjelaskan bahwa quark adalah partikel elementer, yang artinya partikel yang sampai saat ini belum ada lagi partikel penyusunnya dan quark bukanlah partikel bebas yang dapat berdiri sendiri. Kumpulan dari beberapa quark dapat membentuk satu partikel lain, misalnya partikel berjenis meson yang terdiri dari dua buah quark, partikel berjenis baryon yang terdiri dari tiga jenis quark dan baru-baru ini ditemukan adalah pentaquark yang terdiri dari lima buah quark. Partikel-partikel seperti proton dan neutron termasuk ke dalam jenis baryon, sedangkan elektron bukan tersusun atas quark melainkan sudah merupakan sebuah partikel elementer yang termasuk dalam jenis lepton. Seperti partikel lain, quark memiliki antiquark. Yang nanti gabungan antiquark tertentu akan membentuk antipartikel. Kumpulan antipartikel inilah yang kita kenal sebagai teori dunia parallel. Film “The One” adalah salah satu gambaran dari dunia parallel. Tubuh kita berasal dari susunan atom yang atom tersebut tersusun dari berjuta-juta partikel, menurut teori partikel antipartikel maka ada kita yang satunya lagi di dunia lain “anti kita” karena kita tersusun dari atom-atom. Partikel dan antipartikelnya tidak akan pernah bisa bertemu, karena jika bertemu keduanya akan saling menghabisi dan sebagai gantinya adalah dua foton atau sinar gamma.

Lepton
Lepton adalah keluarga partikel unsur yang mencakup elektron, muon, tau, dan neutrino. Seperti halnya quark, yang membentukproton dan neutron dalam inti atom,lepton adalah fermion, yang berarti memiliki spin kuantum ½. partikel dasar lainnya dengan spin yang berbeda disebut boson dan memediasi interaksi gaya antara fermion. Fermion yang membentuk lepton dan quark, adalah " daging " dari materi, sementara boson adalah " kerangka ".
Dibandingkan dengan quark, lepton lebih ringan. Massa sebuah elektron adalah 1 / 1836 dari satuan massa atom (atomic mass unit “Amu”) yang merupakan perkiraan massa atom hidrogen. Massa non-lepton pada atom hidrogen berasal dari inti atom. Dua varian lepton lainnya - muon dan tau yang secara signifikan lebih berat. Lepton tau beratnya hampir dua kali lipat proton.
Ada tiga jenis lepton, sebagaimana disebutkan sebelumnya: elektron, muon, dan tau. Masing-masing memiliki neutrino terkait denganya yakni neutrino elektron, neutrino muon, dan neutrino tau. Neutrino memiliki massa hampir nol, maka terkadang neutrino ini disebut sebagai partikel hantu dan tidak bermuatan serta bergerak hampir mendekati kecepatan cahaya.
Elektron dan lepton mulia lainnya memiliki muatan negatif, lebih stabil daripada neutrino, dan dapat mengorbit inti atom. Elektron adalah yang paling stabil dari ketiganya dan dapat ditemukan di seluruh materi. Muon dan tau terbentuk selama percobaan akselerator partikel atau melalui dampak sinar kosmik. Keenam partikel ini memiliki antiparticle terkait tanpa muata yang saling berlawanan, sehingga jumlah total lepton sampai 12. Antipartikel ini  disebut antielectrons, antimuons, dan antitaus.  Ketika sistem yang mengandung lepton berinteraksi satu sama lain, jumlah lepton cenderung tetap. Keadaan yang langka di mana jumlahnya tidak tetap disebut anomali kiral. Kadang-kadang lepton mengubah jenisnya, tapi ini biasanya membutuhkan energi tinggi dan lepton yang berat sangat tidak stabil.
Selain kedua aktor di atas maka aktor lainnya yang berperan dalam pembentukan alam semesta ini adalah partikel penukar. Menurut teori, tidaklah bisa quark dapat berdiri sendiri. satu quark harus bersama-sama dengan quark jenis lain untuk membentuk satu partikel. Ketakberdayaan quark untuk hidup sendirian di luar proton telah menghasilkan problem tersulit dalam fisika partikel saat itu. Eksperimen memperlihatkan, jika dua buah quark di dalam proton dicoba untuk dijauhkan, gaya ikat kedua quark tersebut akan semakin besar. Kalaupun hal ini dipaksakan dengan cara menambah energi kinetik pada kedua quark tersebut, hukum kekekalan energi akhirnya turun tangan, dua partikel baru yang juga disusun oleh quark akan terbentuk. Lalu apa yang dapat mengikat quark-quark tersebut sehingga tercipta sebuah keteraturan?. Nah, aktor lainnya adalah partikel penukar. Partikel penukar ini ada 4 macam jenis atau interaksi yang mengatur berbagai interaksi antara lepton dan quark. Keempat macam interaksi itu adalah:
1.      Interaksi gravitasi yang bekerja pada seluruh partikel yang mempunyai massa, mengatur tarik-menarik benda-benda, mulai dari meneguhkan kita pada permukaan bumi sampai kepada pembentukan tatasurya dan galaksi.  di bawa oleh graviton.
2.      Interaksi elektromagnetik yang bekerja pada seluruh partikel yang bermuatan listrik, mengatur seluruh reaksi kimia, mulai dari terbentuknya atom sampai kepada proses berpikir dalam otak manusia, dibawa oleh foton .
3.      Interaksi kuat yang mengikat partikel-partikel penyusun inti atom, agar atom-atom penyusun alam ini stabil, yang dibawa oleh gluon.
4.      Interaksi lemah yang mengatur perubahan suatu atom menjadi atom lain, agar terbentuk unsur-unsur yang beraneka jenisnya, mengatur perubahan hidrogen menjadi helium pada matahari dan bintang-bintang sehingga tetap memancarkan cahaya, dibawa oleh boson madya.

Inilah duniamu, duniaku, dunia kita. Dunia yang terlalu indah untuk dilewatkan begitu saja walaupun terkadang begitu menyakitkan. Dunia yang menawarkan segala kemungkinan revolusioner. Dunia yang disanakah kehisupan ahirat kita ditentukan. Maka sudah benar bahwa wahyu ilahiyah pertama adalah “iqro”, perintah untuk membaca. Karena dalam kehidupannya, tugas manusia adalah membaca untuk mengabdi. Membaca mekanisme fisis dengan ilmu fisika, membaca reaksi unsur-unsur dengan ilmu kimia, membaca kehidupan dengan biologi, membaca interaksi antar manusia dengan sosiologi, membaca bumi dengan geografi, membaca budaya dengan antropologi, membaca jiwa manusia dengan psikologi dan tentu saja membaca seisi dunia dengan otak manusia maka dari itu, hidup manusia adalah penelitiannya. Semua kegiatan pembacaan itu, haruslah diorientasikan pada tugas manusia selanjutnya, yaitu: mengabdi. Semua itu dilakukan sebagai bentuk pengabdian kita, manusia, kepada Sang Pencipta, Allah SWT.

Rabu, 28 September 2011

Teori Ekonomi Klasik di Bus Kota


Mudik 2011 ep.2
Dua hari menjelang hari H (prediksi), tepatnya tanggal 28 agustus 2011, semua tugas yang menghambatku meninggalkan kota Jakarta, bertolak menuju kampung halaman telah selesai dikerjakan. Nafas legapun sudah boleh dihirup kembali. Dua hari begadang ternyata tak percuma, hasilnya, bisa kuselesaikan semua tugas tanpa harus menikmati getir hidup ala Bang Toyib, tiga kali puasa tiga kali lebaran tak pulang. Dengan hati riang, rasa senag, kutempuh perjalanan mudik menggunakan Bus.
Membayangkan keadaan berkendara di jalanan yang penuh sesak dipadati kendaraan-kendaraan pemudik, alat menghabiskan waktu tanpa merasa bosan dengan tetap menghasilkan manfaat sudah kusiapkan jauh sebelumnya: buku. Dalam perjalanan kali ini, buku yang kusiapkan berjudul “Membela Kapitalisme Global” yang ditulis oleh intelektual muda swedia Johan Norberg, yang konsisten menguak berkah-berkah tersembunyi dari diterapkannya ide-ide liberal dan kapitalisme. Tulisan-tulisannya tentang dua ide dasar itu sangat apa adanya, menyadarkan kita betapa dalam kehidupan kita, kedua nilai dasar ini ternyata tak pernah jauh meliput setiap segi kehidupan. Argumentasinya lengkap, memaksa lawan-lawan pemikirannya harus memutar otak lebih keras untuk sekedar menemaninya berdialektika, apalagi untuk membantah.
Dalam buku itu yang memang pokok bahasannya adalah bidang ekonomi, banyak dituliskan secara tersirat mengenai hukum-hukum ekonomi klasik, khususnya pendapat-pendapat dari Bapak Ekonomi Klasik asal Inggris, Adam Smith. Sepanjang aku membaca, terngiang bisikan Om Smith, prinsip dasar ekonomi adalah bahwa setiap orang menginginkan untung sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya. Hal ini menyebabkab mekanisme pasar akan teratur secara sendirinya oleh Tangan Yang Takterlihat, The Invisible Hand. Bisikan-bisikannya begitu nyata dan tervisualisasi dengan baik dalam fikiranku. Aku terus menikmati kehanyutan fikiranku dalam buai kata-kata Om Smith yang semakin lama semakin terasa nyata.
Dalam benakku, tercipta tatanan masyarakat yang tenteram dan bahagia, mereka hidup dibawah naungan The Invisible Hand yang disabdakan Om Smith. Mereka berhubungan sesuai dengan pola hubungan sebagaimana yang mereka kehendaki, mereka bergerak dan berinovasi demi kepentingan pribadi dengan menyediakan secara lebih baik bagi orang-orang apa yang mereka pikir mereka butuhkan. Sebuah satuan masyarakat yang ditata berdasarkan prinsip-prinsip ini, dengan semua anggota masyarakat yang mengerti dan menyepakati penerapan prinsip ini, akan memiliki sebuah tatanan sosial yang begitu rapi, sejahtera, progresif dan inovatif. Ah pikiran..., andaikan kau nyata, aku akan menyebutmu dunia, tapi adanya, kau hanyalah nirwana. Nirwana yang dalam bahasa lain disebut dengan Utopia. Dunia maya yang tak nyata.
Dalam kehanyutanku menikmati lamunan dibawah panduan Om Smith, kericuhan suasana Bus yang baru saja keluar dari tol cikampek menyeretku kembali ke dunia nyata. Hiruk-pikuk kehidupan kembali mengikat diri. Cucuran keringat sudah membasahi sekujur tubuhku dan mulai membuat pakaianku basah. Debu dan asap kendaraan yang menerobos masuk Bus menekan paru-paruku dan tak bisa ditahan lagi, otomatis akupun terbatuk-batuk sesak nafas. Bising padatnya kendaraan menambah ricuh suasana yang sudah terlanjur ricuh dibuat para pengasong menjajakkan barang dagangannya. Ditambah terik matahari dan panas kekangan Bus ekonomi ketika mudik lebaran, suara kering pengamen jalanan menjadi hiburan tersendiri yang tiada duanya di dunia. Komposisi yang menakjubkan!.
Pengasong yang hadir dengan beragam wajah, barang yang ditawarkan dan metode penawarannya menghanyutkanku pada perenungan panjang. Sambil menikmati suasana, para pengasong memaksaku mengakui kebesaran Om Smith dan sekaligus melegitimasi kebenaran pernyataan-pernyataannya tentang hukum ekonomi. Para pengasong mewakili prototype manusia sebagai satuan makhluk, memiliki beberapa sisi yang rasa-rasanya harus ditelisik lebih dalam untuk menemukan hikmah berharga darinya.
Prinsip Permintaan dan Penawaran
Prinsip ini adalah prinsip sederhana yang mempengaruhi harga pasar suatu komoditas. Disaat kebutuhan konsumsi suatu komoditas naik yang mengakibatkan permintaan akan komoditas tersebut ikut naik, maka penawaran yang dilakukan penjual akan menurun. Penurunan penawaran ini hanya dilakukan secara terselubung oleh para pedagang tetap (Konstant Seller) yaitu dengan menaikkan harga komoditas tersebut, namun sering dilakukan secara kasat mata oleh para Direct Seller. Dalam skala besar, sebuah perusahaan produsen suatu komoditas yang tingkat permintaannya sudah besar dipasaran akan mengeluarkan anggaran jauh lebih kecil dibandingkan perusahaan produsen suatu komoditas yang baru keluar produksi dan mulai merambah pasar. Dengan catatan, keduanya memproduksi dalam kualitas dan kuantitas dalam satu kelas.
Prinsip ini secara sederhana jelas terlihat dari atas bangku sebuah Bus ekonomi. Populasi masyarakat dalam bus merupakan prototype pasar dan para pengasong sebagai prototype produsen akan memberitahumu dengan sangat elegan mengenai kebenaran teori penawaran. Mari kita lihat dan amati pergerakan para pengasong.
Secara umum, aku membagi para pengasong ini ke dalam dua kelompok besar berdasarkan jenis komoditas yang ditawarkan dan spesifikasi sifat penawarannya. Pengasong jenis pertama adalah mereka yang menjajakkan barang-barang kebutuhan pokok pasaran penumpang Bus. Mereka adalah para pengasong air mineral, rokok, minuman isotonik, minuman energi, suplemen makanan(kopi, susu, mi instant cup) dan makanan ringan.
Kelompok ini melakukan gerakan penawaran paling minimal, sekedar membuat populasi pasar mengetahui bahwa mereka berkeliaran disekitar para calon pembeli. Mereka memahami bahwa yang didagangkannya adalah barang-barang pokok yang sangat dibutuhkan para penumpang bus, tinggal menunggu saat dan mood yang tepat saja bagi para penumpang untuk membelinya. Mengaitkan hal ini dengan usaha penawaran, seakan mereka memahami betul petuah-petuah Om Smith tentang hukum penawaran dan permintaan.
Kelompok kedua adalah para pengasong komoditas sekunder seperti oleh-oleh, buah-buahan, mainan anak-anak, buku-buku ringan dan kudapan-kudapan ekstra yang tak biasa. Kelompok ini melakukan usaha penawaran lebih dibandingkan kelompok pertama. Seakan memahami bahwa barang yang mereka dagangkan kurang diminati para penumpang secara alami, maka dari itu penumpang butuh diyakinkan bahwa mereka membutuhkannya terlebihdahulu sebelum ahirnya membelinya.
Perbandingan perilaku kedua kelompok tersebut jelas memberitahu kita, entah mereka memahami atau tidak, kebenaran dan universalitas hukum penawaran.
Invisible Hand Sang Pengatur Harga
Dari berbagai macam pengasong dan cara meyakinkan calon pembeli bahwa mereka akan diuntungkan jika melakukan transaksi dengannya, ada satu contoh unik. Ia adalah pengasong buah. Buah-buahan yang diasongkan biasanya standard, apel, kelengkeng, duku, dan salak. Yang unik dari pengasong ini adalah metode meraih keyakinan calon pembeli bahwa mereka akan diuntungkan.
Pada awalnya(kita ambil salak sebagai contoh), pengasong mempresentasikan segala kelebihan buah dagangannya lengkap dengan segala kelebihan-kelebihan buahnya yang cenderung dilebih-lebihkan bahkan dibuat-buat. Setelah yakin penumpang menyimak segala ocehannya, barulah ia mulai menawarkan buahnya dengan harga tertentu. Harga penawaran pertamaadalah penawaran tertinggi yang biasanya tak ada satupun pembeli. Lalu, dengan berbagai dalih, ia naikkan kuantitas barang yang didapat dengan harga sama. Disini mulai ada beberapa yang berminat untuk membeli. Setelah dipastikan tak ada yang membeli lagi, maka pengasong menaikkan lagi kuantitas yang didapat dengan harga sama. Pada level ini biasanya harga dinilai sudah ekstrim murahnya dan banyak yang berminat beli. Hal itu terus dilakukan pengasong sampai barang dagangan habis terjual.
Dalam satu kali penjualan, biasanya terdapat rentang yang cukup jauh antara penjualan pertama dan penjualan terahir. Jika di penjualan pertama dengan uang sepuluh ribu pembeli bisa memiliki lima belas buah salak, maka tak jarang di penjualan penghabisan, pembeli bisa membawa pulang lima puluh buah salak dengan harga yang sama.
Mekanisme ini bergerak berdasarkan prinsip dasar ekonomi. Untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, dengan modal sekecil-kecilnya. Prinsip ini bahkan dengan sangat anggun dapat mengatur harga buah salak dalam komunitas kecil, penumpang Bus. Inilah daya magis The Invisible Hand.
Modus Fundamental
Yang tak kalah pentingnya untuk kita cermati adalah proses kemunculan masyarakat yang menjadi pengasong secara besar-besaran. Para pengasong hadir di setiap sendikehidupan urban. Baik itu di atas Bus, di terminal, di tempat wisata dan di berbagai tempat lainnya yang ramai dikunjungi orang. Biasanya, kehadiran mereka dianggap menjadi pengganggu ketertiban, merusak pemandangan, mengesankan kekumuhan dan segudang pandangan miring lainnya tentang mereka. Namun kali ini, mari simak proses kreatif kemunculan mereka.
Zaman dulu, orang yang bepergian akan sangat kerepotan menyiapkan segala tetek-bengek yang dalam benaknya akan dibutuhkan selama bepergian. Karena itu, tak jarang seorang yang berangkat dari kampung ke Jakarta sekedar untuk menghadiri peresmian rumah anaknya membawa hampir seluruh hasil panennya selama setahun. Selain untuk oleh-oleh, bawaan itu juga sebagai pemenuh kebutuhan selama di perjalanan. Kenyataan mengatakan bahwa tak semua orang rela berrepot-repot ria membawa tetek-bengek yang memberatkan diri di perjalanan. Mereka berfikir akan jauh lebih baik jika ada orang yang rela menyediakan segala tetek-bengek itu untuknya selama di perjalanan. Jika ada, ia akan rela menukar tetek-bengek itu dengan segepok rupiah.
Mereka yang tanggap dan jeli melihat situasi, mengendus adanya kesempatan emas disini. Mereka mulai menyediakan berbagai macam tetek-bengek yang mereka fikir akan dibutuhkan oleh orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Mereka yang dalam perjalanan pun bahagia karena ada orang yang mau melayaninya sedemikian rupa. Mereka yang dalam perjalanan akan dengan sukarela membagi rupiahnya kepada mereka yang menyediakan pelayanan. Dalam evolusinya yang  panjang, terbentuklah hubungan dagang seperti yang kita lihat dalam kenyataan sekarang.
Tatanan masyarakat seperti ini adalah tatanan masyarakat yang saling menguntungkan dan bahu-membahu mencapai kehidupan yang lebih baik entah disadari atau tidak. Mereka adalah masyarakat yang ditata berdasarkan kenyataan paling asasi manusia, sehingga menjadikan manusia-manusia bergerak bebas menujua kepentingan priobadi dengan jalan menyediakan secara lebih baik bagi orang-orang apa yang mereka pikir mereka butuhkan.
Meresapi semua kenyataan ini aku tersadar, semua yang kubayangkan dalam bimbingan Om Smith gukanlah utopia semata. Itu adalah harapan yang hanya membutuhkan perjuangan untuk diwujudkan. Kenikmatan yang hanya ada di dunia.[bali]