Categories

Senin, 08 April 2013

RISALAH KEBEBASAN I


Dongeng-dongeng Kebebasan
Sebagai pendahuluan, saya ingin memperkenalkan empat tokoh yang beberapa tahun ini curhat pada saya tentang kabarnya dan kabar masyarakatnya. Keempatnya sudah menjalin korespondensi intens dengan saya dan selalu berharap saya mampu menyelesaikan masalah-masalah yang mereka hadapi dalam konteks masyarakat mereka di zaman mereka waktu itu. Keempatnya adalah Ummu Kaltsum al – Yahya (Umu), Hidetoshi Mitsumoto (Umo), Luna Maria Lovegood (Una) dan Kartono Tjokrosuryo (Uyo), berikut kisahnya:

MASYARAKAT BADUY & PESAN TENTANG PERADABAN


On The Long Road to Baduy
Pukul 20.30 sebuah APV silver keluar dari pintu tol Balaraja. Bergerak tergesa namun enggan, seakan menggambarkan keletihan dan kebosanan yang tercium kuat dihembuskan bersama aroma tubuh dua belas manusia Jakarta yang dipaksakan untuk berdesakan masuk memenuhinya. Setelah jalan terjal ala Balaraja yang menjadi jalur transportasi utama industry berat mulai berganti jalanan provinsi, penumpang sudah hampir seluruhnya pulas tertidur melepas canda-canda yang dipaksakan demi hindari mati bosan dan kepanasan sejak berangkat. Memang panas, pengap dan membosanakan!. Tapi semuanya sama sekali tak menghalangi saya menimati perjalanan ini. Sendiri terjaga bercengkrama dengan malam dihadap kaca. Sambil menyadari malam mulai memperhatikan saya berbeda, perlahan saya juga sadar, kami semakin jauh dari peradaban, perumahan digantikan semak lebat rerumputan. APV silver melaju semakin ragu, semakin enggan dan membosankan.

Sabtu, 06 April 2013

Islam dan Pergaulan Internasional.



Konflik Gaza: akar masalah dan akibatnya.
Tentunya, masih sangat segar dalam ingatan kita bagaimana palestina kembali menjadi perhatian dunia. Mayat-mayat kembali berserak tak beraturan di jalan-jalan, di rumah-rumah yang hancur, di masjid-masjid. Entah sudah berapa juta anak harus menjadi yatim-piatu, berapa juta istri harus menjadi janda, menjadi tumbal keserakahan manusia. Kawasan Gaza, yang merupakan “Tanah yang Dijanjikan” bagi tiga agama besar dunia justru menjadi tanah di mana darah ditumpahkan atas nama Tuhan atau hal abstrak lain yang entah apa.

Jumat, 05 April 2013

KARTUN ONE PIECE & MOTIVASI SAMPAH



Membaca judul artikel ini, mungkin yang pertama kali muncul adalah tanda tanya. Tanda tanya atas kontradiksi yang dirasa sangat kental memenuhi judul tersebut. Atau bahkan anggapan miring pada saya “Aaah, ini mah tulisannya ABG yang masih gandrung anime-anime Jepang ajah..” atau “Aah, penulisnya belum bisa bedain mana sampah mana emasnya..” atau komentar-komentar miring lain dengan kerangka berpikir yang sama: ada yang salah dengan logika berpikir saya dalam artikel ini. Benarkah logika berpikir artikel ini ngawur? Atau justru jalan pikiran kita yang terlanjur tumpul karena terlalu banyak mengkonsumsi “sampah” sebagai menu pokok otak kita? Siapa tahu

TOPENG-TOPENG CINTA


Dalam naskah drama yang judulnya Prince of Denmark, lewat tokoh Hamlet, William Shakespeare pernah bilang:
Doubt thou the stars are fire
Doubt the earth doth move
Doubt truth to be a liar
But never doubt I love