Beijing’s Toilets and The Olympic Games 2008
Sejauh catatan sejarah umat manusia, ada beberapa peradaban manusia
tertua. Peradaban paling maju dunia pada masa sekitar 3000 tahun sebelum
masehi. Masa itu, tak banyak masyarakat manusia yang berhasil membangun
kehidupan dengan tradisi agung dan pencapaian-pencapaian gilang-gemilang. Salah
satu di antaranya dalah peradaban Yunani Kuno.
Peradaban ini terbagi atas beberapa Negara-Kota yang memiliki
tradisi dan pencapaian agung masing-masing. Dari Athena yang terkenal dengan
perkembangan filsafat serta ilmu pengetahuan paling maju hingga Sparta yang
termashur dengan keberanian dan keahlian perang para prajuritnya. Antar
Negara-Kota ini tidak selalu hidup dalam damai dan harmonis. Peperangan sering
terjadi di antara mereka dengan berbagai motif. Hingga ada satu masa di wilayah
tersebut dimana kerajaan-kota di wilayah tersebut menghentikan segala macam
perang dan pertikaian untuk berbondong-bondong menuju Gunung Olympus. Di gunung
ini, mereka menggelar berbagai perlombaan ketangkasan tubuh. Mulai dari bela
diri, ilmu pedang, lomba lari, pacuan kereta kuda, panahan dan sebagainya.
Selain sebagai bentuk pemujaan mereka pada Sang Dewa Tertinggi, Zeus, dan
sebagai pusat kontrol ketangkasan prajurit perang, gelaran di Olympiade juga
merupakan ladang diplomasi antar negara-kota. Dalam Olympiade ini kesepakatan
damai antar negara-kota yang berkonflik dicapai, dalam olympiade ini ada
kesepakatan dagang billateral dan multilateral antar negara-kota, dalam
Olympiade ini ditandatangani perdagangan apa antara siapa dengan siapa, dalam
Olympiade ini terjadi pertukaran informasi, pertukaran ilmu, pertukaran
pengetahuan, pertukaran budaya dan pertukaran komoditas antar negara-kota.
Olympiade menjadi sumber kemslahatan masyarakat Yunani waktu itu, Olympiade
menjadi katalis kemajuan peradaban.