Categories

Rabu, 12 Maret 2014

The Chinese Dreams




Chinese Shinkansen

Hari ini kita mulai jauh lebih pagi dari biasanya. Pukul 06:00 kita sudah berkumpul di lobby hotel dengan peralatan lengkap, stamina prima, perut penuh dan siap berangkat. Karena, hari ini kita akan menuju Tianjin menggunakan fast train. Begitulah rencananya. Tapi kenyataan tak selalu berjalan beriringan dengan apa yang direncanakan. Hingga jam menunjukkan pukul 07:00, kita masih di halaman parkir Novotel Beijing Peace. Belum semua anggota kontingen berkumpul, ada beberapa orang yang sedikit terlambat datang. Beberapa menit kemudian, kita baru lengkap dan tergesa-gesa menuju stasiun kereta. Syukur, kita sampai tepat pada waktunya. Tepat beberapa menit sebelum kereta berangkat, kita sudah di stasiun. Dan perjalanan dimulai.

Beijing Tianjin Railway Express dengan kecepatan di atas 350 km/jam bisa menempuh jarak Jakarta - Surabaya hanya dalam 2 jam 14 menit!

Olimpiade Beijing & Inkarnasi Empat Musim

Beijing’s Toilets and The Olympic Games 2008
Sejauh catatan sejarah umat manusia, ada beberapa peradaban manusia tertua. Peradaban paling maju dunia pada masa sekitar 3000 tahun sebelum masehi. Masa itu, tak banyak masyarakat manusia yang berhasil membangun kehidupan dengan tradisi agung dan pencapaian-pencapaian gilang-gemilang. Salah satu di antaranya dalah peradaban Yunani Kuno.
Peradaban ini terbagi atas beberapa Negara-Kota yang memiliki tradisi dan pencapaian agung masing-masing. Dari Athena yang terkenal dengan perkembangan filsafat serta ilmu pengetahuan paling maju hingga Sparta yang termashur dengan keberanian dan keahlian perang para prajuritnya. Antar Negara-Kota ini tidak selalu hidup dalam damai dan harmonis. Peperangan sering terjadi di antara mereka dengan berbagai motif. Hingga ada satu masa di wilayah tersebut dimana kerajaan-kota di wilayah tersebut menghentikan segala macam perang dan pertikaian untuk berbondong-bondong menuju Gunung Olympus. Di gunung ini, mereka menggelar berbagai perlombaan ketangkasan tubuh. Mulai dari bela diri, ilmu pedang, lomba lari, pacuan kereta kuda, panahan dan sebagainya. Selain sebagai bentuk pemujaan mereka pada Sang Dewa Tertinggi, Zeus, dan sebagai pusat kontrol ketangkasan prajurit perang, gelaran di Olympiade juga merupakan ladang diplomasi antar negara-kota. Dalam Olympiade ini kesepakatan damai antar negara-kota yang berkonflik dicapai, dalam olympiade ini ada kesepakatan dagang billateral dan multilateral antar negara-kota, dalam Olympiade ini ditandatangani perdagangan apa antara siapa dengan siapa, dalam Olympiade ini terjadi pertukaran informasi, pertukaran ilmu, pertukaran pengetahuan, pertukaran budaya dan pertukaran komoditas antar negara-kota. Olympiade menjadi sumber kemslahatan masyarakat Yunani waktu itu, Olympiade menjadi katalis kemajuan peradaban.

Senin, 18 November 2013

The Precious One : Precise Shoes


What?! Indonesia Youth Ambassador?
“everyone can visit any country as a tourist, but not everyone can visit any country as a youth ambassador!”
Walaupun terdengar sedikit arogan, ungkapan di atas banyak mengandung kebenaran. Bagi sebagian orang, mungkin pergi ke luar negeri bukanlah hal istimewa. Ada orang yang menghabiskan musim panasnya di Hawai, lalu musim semi dihabiskan di Jepang setelah musim dingin dihabiskan di Amerika dan musim gugur digunakan untuk keliling Eropa. Ya, siapapun bisa pergi ke luar negeri sebagai wisatawan, tapi tidak setiap orang bisa mengunjungi negeri-negeri lain itu sebagai Youth Ambassador.

Selasa, 12 November 2013

Cakar - Cakar Naga

The Opening
Selasa 22 Oktober 2013 adalah hari spesial bagi semua anggota kontingen. Kenapa? Karena, di hari inilah International Youth Organization Forum dan Beijing Sister City Youth Camp akan dibuka. Hari yang ditunggu semua orang.
Sejalan dengan pernyataan Bapak Atase Pendidikan KBRI Beijing, China sedang dalam mega proyek untuk mengesankan dirinya sebagai pemimpin baru dunia. Dalam berusaha mewujudkan itu, pemerintah China dari tingkat pusat hingga tingkat akar rumput ikut ambil bagian. Salah satunya adalah International Youth Organization Forum yang digelar Beijing Youth Federation dan Beijing Sister City Youth Camp yang digelar pemerintah kota Beijing.

Sabtu, 09 November 2013

Anatomi China

Menyambangi KBRI Beijing


Senin pagi adalah jenis festival tersendiri di Beijing, saya menyebutnya Festival Kabut Kebangkitan. Semua orang keluar rumah memulai aktifitasnya. Di Beijing, merupakan fenomena yang janggal jika udara pagi tak berkabut. Orang-orang berdesakan di halte-halte bus, saling mendekat untuk lebih menghangatkan diri. Kami membaur dengan warga kota yang mulai sibuk memadati jalanan dan hanya menyaksikannya dari balik jendela bus. Kami menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Jumat, 01 November 2013

Menginjak Tanah Tiongkok

Tentang Revolusi, Feng Shui dan Kapitalisasi
 Dalam kontestasi ideologi besar dunia, komunisme dianggap sudah berakir dan kapitalisme dinobatkan sebagai “The Last Man Standing” yang mengakiri sejarah. Sejak tesis ini dikemukakan Francis Fukuyama, seorang pemikir cemerlang Amerika, pada 1994, banyak pakar lain yang meng-iya-kan nya. Perkembangan berikutnya adalah fakta-fakta besar yang krusial, semakin mendukung keabsahan tesis ini. Hingga pada akir dekade 90an, China mulai membuka jati dirinya, muncul sebagai satu kekuatan ekonomi besar dunia. Kekuatan ekonomi China mulai menunjukkan taringnya dan semakin menguat, merubah konstelasi ekonomi-politik dunia. Ledakan ekonomi China sebagai salah satu negara komunis seakan berteriak lantang: hancurnya Uni Soviet bukanlah akir dari komunisme.

Senin, 08 April 2013

RISALAH KEBEBASAN I


Dongeng-dongeng Kebebasan
Sebagai pendahuluan, saya ingin memperkenalkan empat tokoh yang beberapa tahun ini curhat pada saya tentang kabarnya dan kabar masyarakatnya. Keempatnya sudah menjalin korespondensi intens dengan saya dan selalu berharap saya mampu menyelesaikan masalah-masalah yang mereka hadapi dalam konteks masyarakat mereka di zaman mereka waktu itu. Keempatnya adalah Ummu Kaltsum al – Yahya (Umu), Hidetoshi Mitsumoto (Umo), Luna Maria Lovegood (Una) dan Kartono Tjokrosuryo (Uyo), berikut kisahnya: