Meeting The Panda: Diplomatic Icon
Ada
satu spesies hewan yang dijadikan simbol diplomasi suatu negara. Delegendakan
menjadi lambang fauna negara tersebut. Dijadikan simbol perjuangan pelestarian
lingkungan sebuah Non Government Organization berjaringan dunia. Makanannya
adalah bambu, berbulu putih hitam lucu dan dianggap hewan paling imut sedunia.
Sungguh tak bisa berbeda, hewan itulah panda.
Panda
Besar, Ailuropoda Melanoleuca (Kaki-kucing
hitam-putih) atau diringkas Panda, adalah seekor mamalia yang biasanya
diklasifikasikan ke dalam keluarga beruang, Ursidae, yang merupakan hewan asli
China tengah. Habitat asli panda adalah di dataran tinggi China Tengah seperti
Sichuan dan Tibet. Secara taksonomi, Panda sebenarnya terkategorikan sebagai
anggota kelompok hewan karnivora, tetapi kenyataannya mereka lebih banyak
mengkonsumsi bambu. Mereka mengkonsumsi telur dan serangga hanya sebagai sumber
protein hewani, sekadar sampingan.
Selain
karena tingkat keimutannya yang over loaded, hewan ini terkenal ke
seluruh penjuru dunia juga karena terancam punah. Diperkirakan, jumlah seluruh
panda yang hidup di muka bumi ini tinggal 1.600 ekor saja. Selain karena
habitat aslinya yang semakin hari semakin dijamah manusia dan maraknya
perburuan liar Panda untuk dijual ke pasar bebas, kelangkaan panda diperparah
dengan kecilnya kemampuan reproduksi Panda. Sepasang panda dewasa hanya mampu
melahirkan seekor anak dan belum tentu anaknya akan mampu bertahan hidup sampai
bereproduksi kembali.
Di
antar sedikit sekali kebun binatang yang memelihara Panda, Beijing Zoo adalah
salah satunya. Panda-panda di sini memiliki satu kompleks khusus yang terpisah dari hewan lain. Panda di sini disebut dengan "Olympic Panda" karena memang dibawa ke Beijing Zoo sebagai salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah China menjadikan Beijing sebagai tuan rumah yang layak bagi dunia.
Selain panda, Beijing Zoo juga memiliki koleksi yang cukup
lengkap. Mulai dari Anoa, hewan khas sulawesi hingga Polar Bear yang merajai
kerajaan es di kutub, Beijing Zoo memilikinya. Selain koleksi hewannya yang
ensiklopedis, keindahan detail tata lansekap serta kebersihan seluruh areal
kebun membuatnya semakin menarik. Banyak view menarik yang disediakan bagi para
pengunjung. Menjelajahinya, pengunjung tak hanya dibiarkan menonton hewan dari
balik jeruji besi melainkan juga dibuat menyatu dengan lansekap alam Beijing
Zoo. Detail desainnya, membuat pengunjung meresa sedang menjelajah alam liar
dan menyaksikan kehidupan hewan-hewan tersebut langsung dari habitat aslinya.
| Petugas Beijing Zoo sedang merawat salah satu Panda |
First
Recomended Toilet
Selama
hidup di Beijing, toilet adalah hal yang sangat mengganggu. Meskipun kabarnya
telah terjadi perubahan besar-besaran dalam hal kebersihan kamar mandi di
tengah masyarakat Beijing pasca Olympiade Beijing 2008, kenyataannya, toilet di
Beijing masih merupakan mimpi buruk. Ada ratusan toilet yang pernah saya masuki
di Beijing ini dan sama, kesemuanya adalah mimpi buruk.
Kesan
tersebut runtuh seketika saat saya memasuki toilet di Beijing Zoo. Dindingnya
adalah keramik warna warni yang disusun harmoni. Lantainya kesat dan cemerlang.
Dan satu hal yang sangat kontras dari toilet di Beijing lainnya, udara di sini
sangat wangi! Ditengah toilet Beijing yang merepresentasikan mimpi terburuk
umat manusia, kehadiran toilet Beijing Zoo menjadi angin segar. Rasanya,
seharian berlama-lama di sini pun saya sanggup.
The
Skycathcer
Adalah
Gedung CCTV Tower yang selalu menjadi ikon modern kota Beijing. Gedung CCTV
yang baru merupakan salah satu bangunan dengan desain arsitektur paling ambisius di dunia. Bentuknya yang tak biasa,
membuatnya mudah dibedakan dari ribuan gedung tinggi lain di Beijing. Sebelum
pindah ke gedung baru, CCTV Tower lama adalah bangunan paling tinggi di seluruh
Beijing, gedung itulah yang kami kunjungi berikutnya.
![]() |
| Beijing tampak dari ketinggian Old CCTV Tower atau The Sky Catcher |
Sebagaimana
tower tinggi lainnya, CCTV Tower ini memiliki lift dengan kecepatan yang
menakjubkan. Naik dari lantai pertama ke ketinggian 338 meter ditempuhnya hanya
dalam beberapa detik saja. Dan di ketinggian inilah pengunjung bisa menikmati
kota Beijing seutuhnya dari ketinggian, tanpa penghalang apapun. Aku suka
tempat tinggi, karena dari tempat tinggi, segala yang rumit akan tampak
sederhana dan, indah!
CCTV,
Mass Media & Propaganda
Di
China, satu-satunya televisi yang mampu menjangkau pikiran hampir seluruh
rakyatnya hanya satu, dialah China Central Television atau CCTV. CCTV memliki
berbagi saluran yang disiarkan dengan signal Ultra High Frequency hingga mampu
menjangkau seluruh daratan China. Karenanya, CCTV menjadi sumber utama, untuk
tidak menyebut satu-satunya, berita yang masuk ke pikiran setiap rakyat China.
Sebagai
chanel milik Negara, CCTV digunakan sebagai media propaganda utama. Dengan
mengendalikan apa saja materi yang ditayangkan CCTV, pemerintah China bisa
mengendalikan input informasi ke kepala rakyatnya. Dengan mengendalikan input
informasi ke pikiran rakyatnya, pemerintah China bisa dengan mudah menanamkan
nilai-nilai apapun ke kepala setiap individu warganya.
Hal
ini yang membuat bulu kuduk saya berdiri ketika membayangkan masa depan dunia
dengan China sebagai salah satu pemain utamanya. Bagaimana tidak, komposisi
sistem pendidikan, demografi dan kekang propaganda di seluruh penjuru China
adalah hal yang dengan mudah membuatmu merinding. Mengerikan! Biar saya
jelaskan.
| 1,3 milyar lebih warga People's Republic of China dengan patriotisme dosis tinggi, kemampuan terbaik dunia dan sistem politik Komunis. |
Pertama,
demografi rakyat di wilayah China. Jika kamu tanya anak sekolah dasar di
manapun di Bumi ini “Negara apa yang penduduknya paling banyak?” anak itu pasti
menjawab China. Yah, tentu saja. Itu sedah menjadi pengetahuan umum yang wajib
tertulis di RPUL dalam setiap bahasa. Berdasarkan data di indexmundi.com,
penduduk China berjumlah 1,349,585,838 jiwa pada Juli 2013. Dengan 15.4% di
antaranya berumur 15 – 24 tahun dan 46.7% di antaranya berumur 25 – 54 tahun. Sementara
rasio kelahiran sebesar 12,5/1000 populasi dan rasio kematian sebesar 7,31/1000
populasi. Dengan perbandingan rata-rata laki-laki terhadap perempuan 1,06 ,
demografi China bisa dikatakan sempurna!
Kemajuan
China ditopang dengan kokoh oleh penduduk usia produktif yang jumlahnya nyaris
50% dari total populasi. Fakta ini menunjukkan bahwa para pemimpin China bisa
tenang mengenai kemajuan ekonomi negaranya yang rata-rata mencapai 8% /tahun
untuk beberapa puluh tahun ke depan. Ditambah lagi dengan rasio kelahiran yang
tinggi dengan tingkat harapan hidup rata-rata mencapai 74,9 tahun, masa depan
pertumbuhan China sudah aman. Generasi penyangga saat ini masih akan produktif hingga
beberapa dekade ke deepan sementara generasi penerusnya bisa bersiap-siap
menghadapi masanya dengan persiapan yang lebih matang.
Ditambah
lagi, pemerintah daerah di kota-kota besar seperti Shanghai, Beijing, Chongqing,
Shenzen dan Guangzhou menerapkan kebijakan satu anak satu keluarga. Kebijakan ini
mengharamkan pegawai negeri (sipil ataupun militer) untuk memiliki anak lebih
dari satu menarik pajak yang sangat mahal kepada warga biasa jika memiliki anak
lebih dari satu. Kecuali jika anaknya perempuan, keluarga tersebut diberikan
kesempatan bebas pajak anak satu kali lagi. Jika tetap perempuan, maka tak ada
pilihan lain. Hal ini membuat setiap keluarga bertanggung jawab untuk
membesarkan lebih sedikit anak. Lebih sedikit anak berarti lebih sedikit beban.
Lebih sedikit beban, berarti segala sumber daya keluarga tersebut
terkonsentrasikan untuk membesarkan si anak dengan perhatian dan kasih sayang
cukup, asupan gizi cukup, kesehatan terawat dan suplay pendanaan terjamin.
Kedua,
sistem pendidikannya. Di china, setiap murid mendapatkan jam belajar sekitar 50
jam dalam seminggu dengan beban pelajaran yang sangat padat dan ujian yang
sangat ketat. Siswa di China dipaksa keadaan untuk memiliki penguasaan yang
tinggi terhadap sains, matematika, keahlian teknik, kebugaran tubuh, pengetahuan
umum dan tentu saja doktrin Negara. Hampir setiap sekolah memiliki asrama yang
hampir semua siswanya menginap di sana. Jam pelajaran dimulai sejak jam 7 pagi
hingga jam 12 siang istirahat untuk makan dan tidur siang. Pelajaran dimulai
kembali jam 1 hingga jam 5 sore. Jam belajar reguler ini belum termasuk
pengayaan, les-les privat, jam olah raga dan persiapan untuk sekolah esok hari.
Di
pendidikan reguler China, guru adalah komandan kelas. Dia berkuasa hampir
mutlak di dalam kelas. Dia juga bertanggungjawab kepada sekolah atas pencapaian
nilai siswanya. Karena itu para guru biasa melakukan apapun untuk menekan
siswanya agar lebih giat belajar. Guru dipaksa menyuapi siswa dengan berbagai
ilmu dan pengetahuan serta keahlian dan memastikan siswa tersebut menelannya
bulat-bulat.
Sistem
pendidikan semacam itu mulai berbuah. Suvei pendidikan internasional dari
Organization for Economic Co-operation and Development (OEDC) menempatkan China
(Shanghai) sebagai yang terbaik di seluruh dunia dalam tiga kategori: pemahaman
sains, kemampuan matematika dan kemampuan memahami bacaan. Tiga kategori ini
dinilai merupakan komponen utama sebagai bekal hidup di zaman modern.
Yang
terakir adalah propaganda. Untuk urusan propaganda, China melaksanakannya dalam
berbagai aspek kehidupan warga negaranya. Secara garis besar, saya kelompokkan
propaganda China menjadi doktrinasi, agitasi, dan restriksi. Doktrinasi dijalankan
dalam berbagai metode. Yang paling menonjol adalah melalui media cetak,
televisi dan radio. Ketiganya menjadi media paling handal bagi pemerintah China
untuk menanamkan nilai-nilai “The Chinese Dream” di kepala 1,3 milyar lebih warganya.
Di setiap pemberitaan, di setiap penyiaran, di setiap suratan kabar selalu
terselip pesan-pesan kedigdayaan Republik. Kurikulum sekolah tentu juga
memiliki andil yang tidak sedikit. Sejarah diajarkan untuk menanamkan
patriotisme dosis tinggi kepada jiwa murni siswa-siswa China. Sosiologi-ekonomi-politik
diajarkan untuk menanamkan kebanggaan ideologis terhadap cita-cita Republik
lengkap dengan semangat membara meninggikan derajat Republik di antara
bangsa-bangsa lain di Dunia. Doktrinasi dilengkapi dengan wajib militer yang
mengikat setiap warga Negara. Lepas dari sekolah dasar, setiap siswa harus
menjalani wajib militer selama satu bulan di barak tentara sebelum bisa
melanjutkan ke sekolah menengah pertama. Begitu juga lulusan SMP sebelum bisa
melanjutkan ke jenjang SMA. Sedangkan untuk jengjang SMA, setiap siswa harus
menghabiskan satu tahun hidupnya menjalani pendidikan militer sebelum bisa
melanjutkan ke universitas atau langsung bekerja membangun karir.
Agitasi
dijalankan oleh dua pemain utama, yaitu pemerintah beserta aparaturnya dan partai komunis beserta sayap-sayapnya. Keorganisasian
partai komunis sendiri ada dari satuan masyarakat terkecil (sejenis RT) hingga
negara, sedangkan sayapnya ada mulai dari front buruh, front pedagang, front
pengusaha, front pemuda, front mahasiswa, front pelajar, front wanita hingga
front lanjut usia. Kedua pemain ini mengagitasi masyarakat luas dalam setiap
usaha menanamkan nasionalisme dan patriotisme dalam setiap sendi kehidupan. Kegiatan
agitasi ini bisa berbentuk pengajian, pawai partai, pentas seni, pameran sampai
kegiatan berbasis hobi pun ada.
Restriksi
dijalankan dengan mencegah segala pengaruh dunia luar terhadap pemikiran warga
negara China. Restriksi paling terasa di daerah perbatasan atau daerah konflik
seperti Tibet dan Xinjiang. Di kedua wilayah tersebut, ketegangan selalu
menyelimuti kehidupan keseharian. Aparat keamanan selalu was-was dan masyarakat
selalu takut bertindak dan sangat berhati-hati. Dalam hal internet pun
restriksi dijalankan dengan sangat ketat. Situs-situs internasional seperti
Google, Youtube, Facebook dan Twitter tak bisa diakses dari seantero wilayah
People’s Republic of China. Dalam hal kunjungan warga dari dalam ke luar negeri
dan sebaliknya juga mendapatkan perhatian khusus. Pengajuan visa ke PRC
terkenal sangat sulit, apalagi warga negara tertentu dengan latar belakang
tertentu. Sedang warga PRC yang ingin ke luar negeri harus menjalani tes yang
memastikan setelah kepulangannya dari luar negeri dia tak akan menjadi “pengganggu
ketertiban”.
Komposisi
tiga hal tersebut sudah lebih dari cukup untuk membuat bulu kuduk saya berdiri.
Membayangkan 1,3 milyar lebih penduduk Dunia di sebuah Negeri Komunis dengan
tingkat kepandaian, tingkat penguasaan terhadap sains dan matematika yang
terbaik di dunia dan tentu saja dengan satu pemikiran yang sama: China is the
World Leader! bisa dikatakan, jika kita tanya gelandangan di China tentang "akan jadi seperti apa China dua-tiga puluh tahun ke depan?" dia pasti bisa menjawabnya dengan pasti! Bagaimana saya tidak merinding membayangkannya! Tapi, kebebasan
akan selalu menemukan terangnya. Mari kita saksikan, bagaimana selanjutnya. [bali]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar