Categories

Rabu, 12 Maret 2014

Diplomasi dan Propaganda China


Meeting The Panda: Diplomatic Icon
Ada satu spesies hewan yang dijadikan simbol diplomasi suatu negara. Delegendakan menjadi lambang fauna negara tersebut. Dijadikan simbol perjuangan pelestarian lingkungan sebuah Non Government Organization berjaringan dunia. Makanannya adalah bambu, berbulu putih hitam lucu dan dianggap hewan paling imut sedunia. Sungguh tak bisa berbeda, hewan itulah panda.
Panda Besar, Ailuropoda Melanoleuca (Kaki-kucing hitam-putih) atau diringkas Panda, adalah seekor mamalia yang biasanya diklasifikasikan ke dalam keluarga beruang, Ursidae, yang merupakan hewan asli China tengah. Habitat asli panda adalah di dataran tinggi China Tengah seperti Sichuan dan Tibet. Secara taksonomi, Panda sebenarnya terkategorikan sebagai anggota kelompok hewan karnivora, tetapi kenyataannya mereka lebih banyak mengkonsumsi bambu. Mereka mengkonsumsi telur dan serangga hanya sebagai sumber protein hewani, sekadar sampingan.

Selain karena tingkat keimutannya yang over loaded, hewan ini terkenal ke seluruh penjuru dunia juga karena terancam punah. Diperkirakan, jumlah seluruh panda yang hidup di muka bumi ini tinggal 1.600 ekor saja. Selain karena habitat aslinya yang semakin hari semakin dijamah manusia dan maraknya perburuan liar Panda untuk dijual ke pasar bebas, kelangkaan panda diperparah dengan kecilnya kemampuan reproduksi Panda. Sepasang panda dewasa hanya mampu melahirkan seekor anak dan belum tentu anaknya akan mampu bertahan hidup sampai bereproduksi kembali.
Di antar sedikit sekali kebun binatang yang memelihara Panda, Beijing Zoo adalah salah satunya. Panda-panda di sini memiliki satu kompleks khusus yang terpisah dari hewan lain. Panda di sini disebut dengan "Olympic Panda" karena memang dibawa ke Beijing Zoo sebagai salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah China menjadikan Beijing sebagai tuan rumah yang layak bagi dunia.
Selain panda, Beijing Zoo juga memiliki koleksi yang cukup lengkap. Mulai dari Anoa, hewan khas sulawesi hingga Polar Bear yang merajai kerajaan es di kutub, Beijing Zoo memilikinya. Selain koleksi hewannya yang ensiklopedis, keindahan detail tata lansekap serta kebersihan seluruh areal kebun membuatnya semakin menarik. Banyak view menarik yang disediakan bagi para pengunjung. Menjelajahinya, pengunjung tak hanya dibiarkan menonton hewan dari balik jeruji besi melainkan juga dibuat menyatu dengan lansekap alam Beijing Zoo. Detail desainnya, membuat pengunjung meresa sedang menjelajah alam liar dan menyaksikan kehidupan hewan-hewan tersebut langsung dari habitat aslinya.
Petugas Beijing Zoo sedang merawat salah satu Panda
First Recomended Toilet
Selama hidup di Beijing, toilet adalah hal yang sangat mengganggu. Meskipun kabarnya telah terjadi perubahan besar-besaran dalam hal kebersihan kamar mandi di tengah masyarakat Beijing pasca Olympiade Beijing 2008, kenyataannya, toilet di Beijing masih merupakan mimpi buruk. Ada ratusan toilet yang pernah saya masuki di Beijing ini dan sama, kesemuanya adalah mimpi buruk.
Kesan tersebut runtuh seketika saat saya memasuki toilet di Beijing Zoo. Dindingnya adalah keramik warna warni yang disusun harmoni. Lantainya kesat dan cemerlang. Dan satu hal yang sangat kontras dari toilet di Beijing lainnya, udara di sini sangat wangi! Ditengah toilet Beijing yang merepresentasikan mimpi terburuk umat manusia, kehadiran toilet Beijing Zoo menjadi angin segar. Rasanya, seharian berlama-lama di sini pun saya sanggup.
The Skycathcer
Adalah Gedung CCTV Tower yang selalu menjadi ikon modern kota Beijing. Gedung CCTV yang baru merupakan salah satu bangunan dengan desain arsitektur paling  ambisius di dunia. Bentuknya yang tak biasa, membuatnya mudah dibedakan dari ribuan gedung tinggi lain di Beijing. Sebelum pindah ke gedung baru, CCTV Tower lama adalah bangunan paling tinggi di seluruh Beijing, gedung itulah yang kami kunjungi berikutnya.
Beijing tampak dari ketinggian Old CCTV Tower atau The Sky Catcher
Sebagaimana tower tinggi lainnya, CCTV Tower ini memiliki lift dengan kecepatan yang menakjubkan. Naik dari lantai pertama ke ketinggian 338 meter ditempuhnya hanya dalam beberapa detik saja. Dan di ketinggian inilah pengunjung bisa menikmati kota Beijing seutuhnya dari ketinggian, tanpa penghalang apapun. Aku suka tempat tinggi, karena dari tempat tinggi, segala yang rumit akan tampak sederhana dan, indah!
CCTV, Mass Media & Propaganda
Di China, satu-satunya televisi yang mampu menjangkau pikiran hampir seluruh rakyatnya hanya satu, dialah China Central Television atau CCTV. CCTV memliki berbagi saluran yang disiarkan dengan signal Ultra High Frequency hingga mampu menjangkau seluruh daratan China. Karenanya, CCTV menjadi sumber utama, untuk tidak menyebut satu-satunya, berita yang masuk ke pikiran setiap rakyat China.
Sebagai chanel milik Negara, CCTV digunakan sebagai media propaganda utama. Dengan mengendalikan apa saja materi yang ditayangkan CCTV, pemerintah China bisa mengendalikan input informasi ke kepala rakyatnya. Dengan mengendalikan input informasi ke pikiran rakyatnya, pemerintah China bisa dengan mudah menanamkan nilai-nilai apapun ke kepala setiap individu warganya.
Hal ini yang membuat bulu kuduk saya berdiri ketika membayangkan masa depan dunia dengan China sebagai salah satu pemain utamanya. Bagaimana tidak, komposisi sistem pendidikan, demografi dan kekang propaganda di seluruh penjuru China adalah hal yang dengan mudah membuatmu merinding. Mengerikan! Biar saya jelaskan.

1,3 milyar lebih warga People's Republic of China dengan patriotisme dosis tinggi, kemampuan terbaik dunia dan sistem politik Komunis.

Pertama, demografi rakyat di wilayah China. Jika kamu tanya anak sekolah dasar di manapun di Bumi ini “Negara apa yang penduduknya paling banyak?” anak itu pasti menjawab China. Yah, tentu saja. Itu sedah menjadi pengetahuan umum yang wajib tertulis di RPUL dalam setiap bahasa. Berdasarkan data di indexmundi.com, penduduk China berjumlah 1,349,585,838 jiwa pada Juli 2013. Dengan 15.4% di antaranya berumur 15 – 24 tahun dan 46.7% di antaranya berumur 25 – 54 tahun. Sementara rasio kelahiran sebesar 12,5/1000 populasi dan rasio kematian sebesar 7,31/1000 populasi. Dengan perbandingan rata-rata laki-laki terhadap perempuan 1,06 , demografi China bisa dikatakan sempurna!
Kemajuan China ditopang dengan kokoh oleh penduduk usia produktif yang jumlahnya nyaris 50% dari total populasi. Fakta ini menunjukkan bahwa para pemimpin China bisa tenang mengenai kemajuan ekonomi negaranya yang rata-rata mencapai 8% /tahun untuk beberapa puluh tahun ke depan. Ditambah lagi dengan rasio kelahiran yang tinggi dengan tingkat harapan hidup rata-rata mencapai 74,9 tahun, masa depan pertumbuhan China sudah aman. Generasi penyangga saat ini masih akan produktif hingga beberapa dekade ke deepan sementara generasi penerusnya bisa bersiap-siap menghadapi masanya dengan persiapan yang lebih matang.
Ditambah lagi, pemerintah daerah di kota-kota besar seperti Shanghai, Beijing, Chongqing, Shenzen dan Guangzhou menerapkan kebijakan satu anak satu keluarga. Kebijakan ini mengharamkan pegawai negeri (sipil ataupun militer) untuk memiliki anak lebih dari satu menarik pajak yang sangat mahal kepada warga biasa jika memiliki anak lebih dari satu. Kecuali jika anaknya perempuan, keluarga tersebut diberikan kesempatan bebas pajak anak satu kali lagi. Jika tetap perempuan, maka tak ada pilihan lain. Hal ini membuat setiap keluarga bertanggung jawab untuk membesarkan lebih sedikit anak. Lebih sedikit anak berarti lebih sedikit beban. Lebih sedikit beban, berarti segala sumber daya keluarga tersebut terkonsentrasikan untuk membesarkan si anak dengan perhatian dan kasih sayang cukup, asupan gizi cukup, kesehatan terawat dan suplay pendanaan terjamin.
Kedua, sistem pendidikannya. Di china, setiap murid mendapatkan jam belajar sekitar 50 jam dalam seminggu dengan beban pelajaran yang sangat padat dan ujian yang sangat ketat. Siswa di China dipaksa keadaan untuk memiliki penguasaan yang tinggi terhadap sains, matematika, keahlian teknik, kebugaran tubuh, pengetahuan umum dan tentu saja doktrin Negara. Hampir setiap sekolah memiliki asrama yang hampir semua siswanya menginap di sana. Jam pelajaran dimulai sejak jam 7 pagi hingga jam 12 siang istirahat untuk makan dan tidur siang. Pelajaran dimulai kembali jam 1 hingga jam 5 sore. Jam belajar reguler ini belum termasuk pengayaan, les-les privat, jam olah raga dan persiapan untuk sekolah esok hari.
Di pendidikan reguler China, guru adalah komandan kelas. Dia berkuasa hampir mutlak di dalam kelas. Dia juga bertanggungjawab kepada sekolah atas pencapaian nilai siswanya. Karena itu para guru biasa melakukan apapun untuk menekan siswanya agar lebih giat belajar. Guru dipaksa menyuapi siswa dengan berbagai ilmu dan pengetahuan serta keahlian dan memastikan siswa tersebut menelannya bulat-bulat.
Sistem pendidikan semacam itu mulai berbuah. Suvei pendidikan internasional dari Organization for Economic Co-operation and Development (OEDC) menempatkan China (Shanghai) sebagai yang terbaik di seluruh dunia dalam tiga kategori: pemahaman sains, kemampuan matematika dan kemampuan memahami bacaan. Tiga kategori ini dinilai merupakan komponen utama sebagai bekal hidup di zaman modern.
Yang terakir adalah propaganda. Untuk urusan propaganda, China melaksanakannya dalam berbagai aspek kehidupan warga negaranya. Secara garis besar, saya kelompokkan propaganda China menjadi doktrinasi, agitasi, dan restriksi. Doktrinasi dijalankan dalam berbagai metode. Yang paling menonjol adalah melalui media cetak, televisi dan radio. Ketiganya menjadi media paling handal bagi pemerintah China untuk menanamkan nilai-nilai “The Chinese Dream” di kepala 1,3 milyar lebih warganya. Di setiap pemberitaan, di setiap penyiaran, di setiap suratan kabar selalu terselip pesan-pesan kedigdayaan Republik. Kurikulum sekolah tentu juga memiliki andil yang tidak sedikit. Sejarah diajarkan untuk menanamkan patriotisme dosis tinggi kepada jiwa murni siswa-siswa China. Sosiologi-ekonomi-politik diajarkan untuk menanamkan kebanggaan ideologis terhadap cita-cita Republik lengkap dengan semangat membara meninggikan derajat Republik di antara bangsa-bangsa lain di Dunia. Doktrinasi dilengkapi dengan wajib militer yang mengikat setiap warga Negara. Lepas dari sekolah dasar, setiap siswa harus menjalani wajib militer selama satu bulan di barak tentara sebelum bisa melanjutkan ke sekolah menengah pertama. Begitu juga lulusan SMP sebelum bisa melanjutkan ke jenjang SMA. Sedangkan untuk jengjang SMA, setiap siswa harus menghabiskan satu tahun hidupnya menjalani pendidikan militer sebelum bisa melanjutkan ke universitas atau langsung bekerja membangun karir.
Agitasi dijalankan oleh dua pemain utama, yaitu pemerintah beserta aparaturnya dan  partai komunis beserta sayap-sayapnya. Keorganisasian partai komunis sendiri ada dari satuan masyarakat terkecil (sejenis RT) hingga negara, sedangkan sayapnya ada mulai dari front buruh, front pedagang, front pengusaha, front pemuda, front mahasiswa, front pelajar, front wanita hingga front lanjut usia. Kedua pemain ini mengagitasi masyarakat luas dalam setiap usaha menanamkan nasionalisme dan patriotisme dalam setiap sendi kehidupan. Kegiatan agitasi ini bisa berbentuk pengajian, pawai partai, pentas seni, pameran sampai kegiatan berbasis hobi pun ada.
Restriksi dijalankan dengan mencegah segala pengaruh dunia luar terhadap pemikiran warga negara China. Restriksi paling terasa di daerah perbatasan atau daerah konflik seperti Tibet dan Xinjiang. Di kedua wilayah tersebut, ketegangan selalu menyelimuti kehidupan keseharian. Aparat keamanan selalu was-was dan masyarakat selalu takut bertindak dan sangat berhati-hati. Dalam hal internet pun restriksi dijalankan dengan sangat ketat. Situs-situs internasional seperti Google, Youtube, Facebook dan Twitter tak bisa diakses dari seantero wilayah People’s Republic of China. Dalam hal kunjungan warga dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya juga mendapatkan perhatian khusus. Pengajuan visa ke PRC terkenal sangat sulit, apalagi warga negara tertentu dengan latar belakang tertentu. Sedang warga PRC yang ingin ke luar negeri harus menjalani tes yang memastikan setelah kepulangannya dari luar negeri dia tak akan menjadi “pengganggu ketertiban”.
Komposisi tiga hal tersebut sudah lebih dari cukup untuk membuat bulu kuduk saya berdiri. Membayangkan 1,3 milyar lebih penduduk Dunia di sebuah Negeri Komunis dengan tingkat kepandaian, tingkat penguasaan terhadap sains dan matematika yang terbaik di dunia dan tentu saja dengan satu pemikiran yang sama: China is the World Leader! bisa dikatakan, jika kita tanya gelandangan di China tentang "akan jadi seperti apa China dua-tiga puluh tahun ke depan?" dia pasti bisa menjawabnya dengan pasti! Bagaimana saya tidak merinding membayangkannya! Tapi, kebebasan akan selalu menemukan terangnya. Mari kita saksikan, bagaimana selanjutnya. [bali]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar