
Terdapat tiga kualitas atau dimensi yang tergambarkan dalam tujuan HMI, yaitu:
Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi = kualitas pribadi sebagai mahasiswa. Sebagai seorang mahasiswa seorang kader HMI adalah kader yang berpendidikan tinggi, tekun dalam belajar sehingga dapat mengembangkan kemampuan ilmiahnya.
Bernafaskan islam… yang diridoi oleh Allah SWT = kualitas keislaman. Seoarang kader HMI merupakan hamba Allah SWT yang zuhud dan tawadhu, taat beribadah sehingga berpengaruh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara baik secara individu, komunal ataupun organisasi.
Bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur = kualitas kebangsaan (sebagai civil society). Masyarakat merupakan lahan bagi kader HMI untuk mengabdi, segala apa yang sudah dipelajari di HMI perlu diaplikasikan dalam ranah masyarakat atau negara.
Lima Kualitas Insan Cita
· Kualitas Insan Akademis, maknanya ia harus berpendidikan tinggi, bepengetauan luas, mampu berpikir rasional dan kritis. Ia mempunyai kemampuan teoritis dan mampu memformulasikan apa yang ia ketaui dan dirasakan
· Kualitas Insan Pencipta, maknanya antara lain sebagai insan yang jiwanya penuh dengan gagasan kemajuan, selalu mencari perbaikan dan pembaruan
· Kualitas Insan Pengabdi, maknanya adalah insan yang sadar bahwa tugasnya bukan hanya mengabdi buat dirinya sendiri, namun juga membuat kondis sekelilingnya menjadi baik.
· Kualitas Insan Bernafaskan Islam, singkatnya insan telah berhasil membentuk kepribadian menyeluruh secara islami
· Kualitas Insan yang bertaggung jawab terhadap masyarakat adil dan makmur yang di Ridoi oleh Allah SWT. Insan yang berorientasi pengabdian pada masyarakt dan memperjuangkan hak-hak masyarakat.
Kelima kualitas tersebut menjadi patokan atau standar bagi kader-kader HMI. Kendati demikian HMI tidak begitu bertanggungjawab atau memberikan garansi bahwa orang-orang yang masuk HMI akan memenuhi kualitas di atas. Hal tersebut dikembalikan kepada individu atau kepribadian kader itu sendiri.Hal ini dikarenakan bahwa HMI bukanlah satu-satunya patokan dari pegangan kehidupan kader HMI. Tidak banyak tanggungjawab yang HMI patok kepada kadernya menjadi tanggungjawab mission atau tujuan HMI sendiri, hal ini dikarenakan dalam tujuan HMI hanya bertuliskan redaksi “terbinanya” bukan “membina”.
Seperti tesis pertama makalah ini bahwa kemakmuran dan kemajuan hanya akan bisa terwujud jika diawali dengan kemajuan individu. Dari kemajuan individu ini nantinya akan mengakibatkan hubungan saling memotivasi secara sadar ataupun tidak sadar untuk lebih berkembang dan tentu saja bergerak progresif menuju kemajuan.
Hal ini akan jauh lebih signifikan jika masing-masing individu yang kuat menggunakan kekuatannya untuk berpartisipasi menguatkan yang lain. Hubungan antar masyarakat dengan pola semacam inilah yang kemudian menciptakan masyarakat madani yang progresif namun sarat dengan semangat persaudaraan.
Hal inilah yang dengan terang-terangan dijadikan tujuan HMI. HMI telah memproklamasikan bahwa ia berdiri untuk mewujudkan keadaan dimana insane akademis terbina menjadi manusia dengan kualitas Insan Cita, lengkap dengan lima kualitas dasar yang harus dimilikinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar